Majelis Ulama Indonesia Kota Tasikmalaya mencurigai ada ajaran Islam
sejak dikabarkan seseorang mengaku nabi datang ke Tasikmalaya, jawa
Barat. "Kecurigaan terindikasi adanya seseorang berinisial SK yang
diketahui menyimpang dari ajaran Islam itu, diungkapkan Sekretaris
Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Tasikmalaya KH Mufti Aminudin
Bustomi, di Tasikmalaya, Selasa (15/6). Namun, untuk kepastiannya,
kata dia harus menunggu fatwa dari MUI Pusat. "Kalau indikasi
penyimpangannya, memang ada," katanya.

Kedatangan seseorang yang dicurigai tersebut, kata Mufti berdasarkan
informasi ada seseorang mengaku sebagai nabi, sehingga dikhawatirkan
kedatangannya berdampak negatif terhadap umat muslim di Kota
Tasikmalaya. "Para ulama telah mengetahui hal itu, tetapi belum ada
kejelasan tentang kedatangan orang tersebut," kata Mufti. Ia meminta
Badan Koordinasi Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakorpakem)
untuk segera menindaklanjuti adanya indikasi ajaran sesat itu. "Kami
mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap ajaran-ajaran yang
menyimpang dari ajaran Islam," katanya
sumber http://klikp21.com/nusantaranews/9789-ssstada-nabi-palsu-asal-tasikmalya
Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tasikmalaya, Jawa Barat, nyaris menghakimi seorang warga yang mengaku nabi di sebuah persidangan di Gedung Dakwah MUI, Kamis (17/6). Beberapa di antaranya sempat melempari sang nabi palsu itu dengan botol air mineral.
Aksi anggota FPI tak hanya di dalam gedung, tapi hingga luar gedung. Mereka juga melakukan sweeping dan mengejar pelaku saat hendak dievakuasi petugas ke luar gedung. Namun, aksi itu dapat diredam petugas.
MUI Tasikmalaya menilai sang nabi palsu, Kasiman, dan para pengikutnya sudah menyimpang dari ajaran Islam. Aliran Kasiman mengganti nama Nabi Muhammad SAW di kalimat syahadat dengan nama Kasiman. Nabi palsu itu juga membenarkan perbuatan berbohong.
sumber http://buser.liputan6.com/berita/201006/281969/Resahkan.Warga.Salon.dan.Panti.Pijat.Dirazia
Untuk menetapkan status tersangka kepada pria yang dituding mengaku sebagai nabi, Polwiltabes Bandung menunggu fatwa MUI dan sikap dari Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kota Bandung. Ahmad Sayuti, sang nabi palsu, Kamis (7/2) pulang ke Tasikmalaya untuk menenangkan diri.Persis Jawa Barat, Selasa (5/2), meminta pihak berwajib memeriksa Ahmad Suyuti yang menurut mereka menyebarkan paham menyimpang lewat bukunya yang berjudul 'Kelalaian Para Pemuka Agama dalam Memahami Kitab-kitab Peninggalan Nabi' dan 'Mungkinkah Tuhan Murka'.
sumber http://klikp21.com/nusantaranews/9789-ssstada-nabi-palsu-asal-tasikmalya
Ratusan anggota Front Pembela Islam (FPI) di Tasikmalaya, Jawa Barat, nyaris menghakimi seorang warga yang mengaku nabi di sebuah persidangan di Gedung Dakwah MUI, Kamis (17/6). Beberapa di antaranya sempat melempari sang nabi palsu itu dengan botol air mineral.
Aksi anggota FPI tak hanya di dalam gedung, tapi hingga luar gedung. Mereka juga melakukan sweeping dan mengejar pelaku saat hendak dievakuasi petugas ke luar gedung. Namun, aksi itu dapat diredam petugas.
MUI Tasikmalaya menilai sang nabi palsu, Kasiman, dan para pengikutnya sudah menyimpang dari ajaran Islam. Aliran Kasiman mengganti nama Nabi Muhammad SAW di kalimat syahadat dengan nama Kasiman. Nabi palsu itu juga membenarkan perbuatan berbohong.
sumber http://buser.liputan6.com/berita/201006/281969/Resahkan.Warga.Salon.dan.Panti.Pijat.Dirazia
Untuk menetapkan status tersangka kepada pria yang dituding mengaku sebagai nabi, Polwiltabes Bandung menunggu fatwa MUI dan sikap dari Tim Pengawas Aliran Kepercayaan Masyarakat (Pakem) Kota Bandung. Ahmad Sayuti, sang nabi palsu, Kamis (7/2) pulang ke Tasikmalaya untuk menenangkan diri.Persis Jawa Barat, Selasa (5/2), meminta pihak berwajib memeriksa Ahmad Suyuti yang menurut mereka menyebarkan paham menyimpang lewat bukunya yang berjudul 'Kelalaian Para Pemuka Agama dalam Memahami Kitab-kitab Peninggalan Nabi' dan 'Mungkinkah Tuhan Murka'.
http://www.infoanda.com/id/link.php?lh=VQdUUwJWDFsC
