Trik Membeli Barang Antik

 


Barang antik seringkali bukan hanya jadi penghias rumah, tetapi juga penanda kekayaan sang pemilik. Itu karena ciri khas barang antik adalah nilai yang tinggi karena usia dan langka serta sulit didapat. Biasanya, berupa barang rumah tangga, furnitur atau objek seni dekoratif yang menampilkan keindahan, atau periode asal.

Membeli dan mengumpulkan barang antik memang jadi hobi populer di seluruh dunia. Dengan menghiasi rumah dengan barang antik, suasana bisa  jadi berkesan klasik.

Beberapa barang antik bahkan bisa jadi investasi yang berharga. Namun, tak selamanya benda-benda berusia tua bisa dibilang sebagai benda antik.

Ada kriteria tertentu yang harus pertimbangkan saat Anda berburu barang antik. Berikut empat hal yang bisa Anda pertimbangkan saat membeli barang antik, seperti dikutip dari laman Times of India.

Nilai

Barang antik tidak harus selalu mahal. Antik dimaksudkan untuk dihargai dan diperhatikan. Banyak barang antik menjadi aset dengan nilai yang meningkat dari waktu ke waktu.

Jika Anda membeli meja antik berkualitas tinggi hari ini, nilainya bisa naik dalam waktu beberapa tahun, tergantung pada bagaimana kondisi pasar.Sebelum membeli barang antik, pertimbangkan jika mereka asli atau reproduksi.

Beberapa reproduksi memiliki nilai intrinsik mebel sendiri, tetapi barang antik asli tentu lebih baik. Jika penjual mengetahui sejarah perjalanan barang antik tersebut, Anda mungkin tak perlu meragukan keasliannya. Namun, jika si penjual tak memahami sejarahnya, cari tahu tanda lainnya. Seperti, tanggal pembuatan yang mungkin terukir pada benda tersebut.

Kondisi

Pertimbangan lain sebelum membeli barang antik adalah melihat kondisinya. Banyak ahli menyarankan para kolektor barang antik untuk tidak membersihkan potongan tertentu karena tanda-tanda usia merupakan bagian dari nilai barang.

Namun, unsur lain yang perlu dipertimbangkan adalah asalnya, atau sejarah kepemilikan. Mengetahui pemilik awal barang tersebut bisa jadi bukti bahwa barang tersebut benar-benar berharga. Jika penjual dapat menyediakan surat-surat kepemilikan atau foto dari pemilik awal barang antik, barang tersebut bisa jadi sangat berharga.

Ini jauh lebih mudah untuk proses otentikasi barang antik jika pemilik asli dapat diidentifikasi, termasuk tagihan penjualan yang masih ada.

Lihat model dan bentuknya secara detail

Hargai proses pengerjaannya. Banyak barang antik memiliki bentuk unik, entah itu dilihat dari pahatan, warna serta citarasa seni pembuatnya. Perhatikan periode dan gaya yang mendominasi. Misalnya, bentuk apa yang dominan saat Anda membeli kursi antik. Model dan garis rancang dari barang Antik bisa menandakan usia barang tersebut.

Perawatan dan pembersihan

Merawat barang antik sebenarnya tidak sulit. Tetapi memang harus dibersihkan secara teratur. Beberapa barang bahkan hanya perlu dibersihkan dengan sepotong kain lembut, seperti furnitur.

Untuk mempertahankan kilau furnitur dan agar tahan lama, debu-debu yang menempel memang harus dibersihkan. Keindahan mebel antik yang telah dibersihkan, mencerminkan bahwa pemiliknya memiliki kasih sayang yang penuh untuk merawatnya selama bertahun-tahun.

Jangan menyimpan furnitur di bawah sinar matahari karena akan memudarkan warnanya. Mebel antik memang harus diperlakukan dengan hati-hati.

Penempatan
Pamerkan barang antik terbaik Anda. Jangan menyimpan barang antik di basement atau atap. Tempatkan dalam ruang terbaik sehingga Anda dan tamu dapat menikmati keindahannya.

Bahkan, di ruangan dengan desain super modern, Anda pun bisa meletakkan barang antik berusia 400 tahun. Hal ini akan menciptakan suasana kontras yang unik dalam ruangan sehingga jadi lebih istimewa. Kesan elegan bisa muncul dan suasana rumah lebih hidup.

Sebaiknya, pilih barang antik yang menggambarkan kepribadian gaya, atau rasa Anda. Belilah barang antik yang Anda sukai dan rawat dengan baik. Sebuah barang antik yang dipilih dengan hati dapat menjadi bagian tak terpisahkan  dari rumah Anda. Bahkan, jika diturunkan kepada anak-anak, bisa jadi bagian dari sejarah keluarga.

Leave a Reply