Australia Anggap Sekolah Islam Berdampak Buruk

 

Pengadilan Tanah dan Lingkungan di Sidney telah memberikan persetujuan bersyarat terhadap pembangunan sekolah Islam bagi 1200 pelajarnya. Meskipun demikian keputusan tersebut ditolak dua kali oleh dewan Bankstown.

Masalah pertama yang dikuatirkan dari pembangunan sekolah tersebut menurut anggota parlemen John Kaye adalah timbulnya kemacetan lalu lintas yang akan berdampak buruk bagi para penduduknya. Masalah kedua adalah tanah yang dipakai didapat dari sebuah muslihat. Menurutnya, Pemerintah pusat diberitahu bahwa lahan tersebut akan dipakai untuk perumahan.

Kaye menyatakan bahwa pada awal penandatanganan kontrak tersebut, perusahaan yang tercantum disana adalah Garden View Apartement dibawah pengertian bahwa lahan tersebut akan diolah menjadi pemukiman dan apartemen. Namun, belakangan sebelum kontrak tersebut diselesaikan, Garden View Apartement dirubah menjadi Al-Amanah College. Menurut Kaye, itu merupakan kesalahan pemerintah.

Menurut Kaye, semestinya pemerintah bisa menolak penandatanganan tersebut. Tampak sangat jelas bahwa pemerintah kuatir tentang masalah tersebut, begitu juga dengan orang-orang di departemen pendidikan. Akan tetapi pemerintah panik dan akhirnya meneruskan dan menandatangani kontrak tersebut.

Kaye mendesak Menteri Pendidikan Verity Firth untuk menggunakan kekuasaannya untuk mengambil kembali tanah tersebut, sehingga dapat digunakan untuk sekolah negeri. Kaye menyarankan, Firth seharusnya dapat menggunakan kekuasaannya dibawah pasal 125 dan mengambil tanah tersebut. Dan jika memang ada 1.200 siswa yang butuh pendidikan maka sebuah sekolah negeri yang menampung jumlah tersebut dapat didirikan disitu.

Sementara itu, meskipun pengadilan telah menyetujui pembangunan sekolah Islam di daerah barat daya Sidney,  gelombang protes masih dilangsungkan oleh warga setempat terhadap rencana tersebut. Dewan Bankstown kehilangan pengaruhnya terhadap Pengadilan Tanah dan Lingkungan untuk menghentikan sekolah tersebut berdiri. Sekolah yang berkapasitas 1200 siswa tersebut akan dibangun di Johnston Road, disebelah Basil Hill High School.

Juru bicara Kelompok Aksi Penduduk Bass Hill, Vern Falconer berkata bahwa mereka tidak akan berhenti dari sini, mereka telah meminta dukungan dari masyarakat. Menurut mereka akan ada hambatan pada lalu lintas dan juga hal itu membawa dampak yang kurang baik bagi penduduk. Mereka juga akan membawa masalah ini ke Pemerintahan Pusat. Kelompok ini berjanji akan membawa tuntutan mereka ke anggota parlemen Bankstown Tony Stewart, Menteri Pendidikan Verity Firth dan Menteri Perencanaan Kristina Keneally.

Kelompok ini juga akan menawarkan bantuan terhadap kelompok komunitas yang sama-sama menentang pembangunan sekolah Islam seperti di daerah Liverpool dan Camden.  Menurut mereka, Pengadilan Tanah dan Lingkungan tidak memperhatikan keinginan masyarakat di sekitarnya.

Rencananya, sekolah tersebut akan terdiri dari TK hingga kelas untuk usia 12 tahun. Kepala sekolah Mohamad  El Dana menyatakan bahwa ketakutan masyarakat akan sekolah tersebut akan mereda begitu sekolah tersebut dibuka tahun depan.

Menurutnya, beberapa orang merasa cemas dan pihaknya meyakinkan mereka bahwa kecemasan mereka tidak akan terjadi. Menurut El Dana, pihaknya memiliki daftar yang panjang di Bankstown dan mereka tidak dapat memenuhi seluruh tuntutan masyarakat.

Penduduk Joshton berpikir untuk menjual property mereka karena khawatir tentang kemacetan lalu lintas dan keributan yang mungkin akan ditimbulkan.

Sebelumnya, kejadian serupa juga pernah menimpa kelompok pelajar Muslim di Universitas Melbourne.
Para pelajar tersebut mengaku mendapat perlakuan diskriminatif dengan tidak disediakannya ruang ibadah yang layak.

Leave a Reply