Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Fauna. Tampilkan semua postingan

Ada Monyet Jadi Pelayan Restoran!

0 comments
 

Headline

Bersantap sambil dilayani pelayan cantik apalagi seksi itu sudah biasa. Tetapi bagaimana jadinya jika saat bersantap Anda dilayani seekor moyet. Nah, lho?

Adalah restoran Kayabuki, sebuah restoran sushi yang terletak di Utsunomiya, Jepang ini 'mempekerjakan' dua ekor monyet sebagai pelayannya.

Daerah Utsunomiya biasanya dikenal sebagai pusat budaya gyoza (sejenis makanan tradisional). Tetapi dengan begitu banyak monyet di pegunungan Tochigi, masuk akal juga untuk menjadikan monyet sebagai tema restoran.

Ada dua monyet, Fuku-chan dan Yat-chan, yang membantu pemilik restoran menawarkan handuk hangat kepada pengunjung yang baru datang. Selain itu, kedua monyet ini juga kadang ikut membawakan minuman yang dipesan pelanggan.

Sebelum ikut melayani tamu, monyet ini telah lama tinggal di restoran itu dan menghabiskan waktu yang lama memperhatikan para perkerja. Suatu saat primata ini mulai membawakan pengunjung handuk setelah melihat pemilik restoran melakukan hal serupa.

Fuku-chan dan Yat-chan tidak bekerja di Kayabukiya untuk memperoleh kacang mentah sebagai imbalan, melainkan rebusan kacang kedelai. Primata ini menikmati kacang kedelai mereka selama jam istirahat kerja, terkadang mereka juga mengisap rokok di saat berada di lorong belakang restoran.

Berdasarkan badan perlindungan hewan, setiap monyet memiliki batas waktu kerja maksimum selama dua jam/hari. Mereka juga dilarang menyajikan makanan meskipun sebenarnya restoran Kayabuikya tahu persis bahwa monyet-monyetnya dapat mengerti untuk ditugaskan dalam hal pemesanan makanan.
Readmore...

Serangga Unik yang Dapat Bernyanyi Menggunakan Alat Kelaminnya

0 comments
 
Serangga air tawar Micronecta Scholtzi punya keahlian langka. Serangga ini bisa bernyanyi dengan menggosokkan penisnya yang hanya setebal rambut manusia ke bagian abdomen lewat mekanisme yang disebut stridulasi.
http://blog.unand.ac.id/hasmiandyhamid/files/2011/06/Micronecta-scholtzi-2-300x214.jpg

"Nyanyian yang dihasilkan sangat keras sehingga orang yang berjalan di tepian sungai bisa mendengar serangga kecil ini bernyanyi dari dalam sungai," kata James Windmill dari University of Strathclyde, Glasgow.

Windmill yang terlibat penelitian ini mengaku kaget dengan temuannya. "Kami semula berpikir bahwa suara itu datang dari serangga air yang lebih besar, seperti dari spesies Sigara," ungkap Windmill.
Dikatakan, nyanyian yang dihasilkan bisa mencapai 99,2 desibel, setara dengan suara orkestra yang tampil di depan mata. Dengan melihat ukuran tubuhnya, maka serangga ini adalah hewan dengan suara terkeras di Bumi.
https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgIzym-3QHwAzK1DmDRGAEhuTQD5OUPYPEB3gbE1CtbnroAnTowYlEH4ukLA10kQ2P9N7b560Cd1NRXPsyswO4PBp2zucTBmlJFT1DDQCgrUGCvBJw_PKNB1hhCDZ9HqPSL5L3SgNUGL7o/s320/Micronecta_scholtzi345.jpg

Windmill mengatakan, suara keras itu dipakai untuk menarik betina ketika hendak kawin. Tiap-tiap pejantan harus memproduksi suara sekeras mungkin agar bisa memenangkan kompetisi mendapatkan betina.


Tentang serangga yang bernyanyi dengan penis, Jerome Sueur dari Museum of National History Paris, mitra Windmill, mengatakan, setidaknya ada satu spesies serangga lain yang juga bernyanyi dengan alat genitalnya.
"Spesies ngengat, Syntonarcha iriasis, menggunakan alat genital yang telah termodifikasi sehingga bisa menghasilkan bunyi ultrasonik," kata Sueur seperti dikutip dari BBC News.

Sueur mengatakan, banyak serangga bisa menghasilkan suara dengan cara tak terduga, seperti memakai sayap, kaki, bahkan kepala. Namun, Micronecta scholtzi istimewa sebab menghasilkan suara dari bagian yang sangat kecil.

Saat ini, ilmuwan mengaku belum tahu faktor yang membuat suara Micronecta scholtzi bisa begitu keras. Kajian terhadap proses itu bisa bermanfaat untuk mengembangkan sistem ultrasonik di masa depan.
Readmore...

Alasan Burung/Angsa Membentuk Huruf "V" Saat Terbang

0 comments
 
Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”.Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang dengan formasi bentuk huruf “V”?
Kalau kita tinggal di negara 4 musim, maka saat musim gugur, akan terlihat rombongan angsa terbang ke arah selatan untuk menghindari musim dingin. Angsa-angsa tersebut terbang dengan formasi berbentuk huruf “V”.Kita akan melihat beberapa fakta ilmiah mengapa rombongan angsa terbang dengan formasi bentuk huruf “V”?
Fakta (1) :
Kepakan sayap angsa di depan, memberi “daya dukung” bagi angsa dibelakangnya. Angsa di belakang tidak perlu susah-payah menembus ‘airwall’ di depannya. Hasilnya, seluruh kawanan angsa dapat menempuh jarakterbang 71 % lebih Jauh dari pada kalau setiap angsa harus terbangsendiri-sendiri.

Pelajaran (1) :
Bila arah dan tujuan kita sama, dan kita mau saling berbagi dalam perserikatan, maka pencapaian tujuan kita akan menjadi lebih cepat dan lebih mudah. Mampukah kita untuk saling dorong dan saling dukung satu sama lain dalam pencapaian tujuan bersama ?. Sudah seharusnya !. Karena angsa saja bisa !

Fakta (2) :
Kalau seekor angsa terbang keluar dari formasi rombongan, ia akan merasa berat dan sulit untuk terbang sendirian. Dengan cepat ia akan kembali ke dalam formasi untuk mengambil keuntungan dari daya dukung yang diberikan angsa di depannya.

Pelajaran (2) :
Kalau kita memiliki cukup logika umum, kita akan tetap berada dalam perserikatan bersama partner lain dan pengelolanya. Kita membuka diri untuk menerima dan memberi bantuan dari dan kepada partner lainnya. Lebih sulit untuk melakukan sesuatu seorang diri daripada melakukannya bersama-sama dalam perserikatan yang akan menjadi milikkita bersama.

Fakta (3) :
Ketika angsa pemimpin yang terbang di depan menjadi lelah, ia terbang memutar ke belakang formasi, dan angsa lain akan terbang menggantikan posisinya.

Pelajaran (3) :
Adalah masuk akal untuk melakukan tugas-tugas yang sulit dan penuh tuntutan secara bergantian dan memimpin secara bersama. Kita yakin potensi semua partner. Tapi, manusia saling bergantung satu sama lain dalam pengetahuan, keterampilan, kemauan, kapasitas, karunia lain yangunik, serta talenta atau sumber daya lainnya.

Fakta (4) :
Angsa-angsa yang terbang dalam formasi mengeluarkan suara riuh-rendah dari belakang memberi semangat kepada angsa yang terbang di depan sehingga kecepatan terbang dapat dijaga.
Pelajaran (4) :
Kita harus memastikan bahwa ucapan kita akan memberi dukungan kekuatan, bukan melemahkan. Semua partner dalam perserikatan akan saling memperkuat, sehingga hasil yang dicapai akan menjadi lebih besar. Dukungan dalam satu kesatuan hati dilandasi nilai-nilai luhur adalah kualitas suara dan ucapan partner yang diharapkan bersama oleh semua partner dalam perserikatan .

Fakta (5) :
Ketika seekor angsa menjadi sakit, terluka, atau ditembak jatuh, dua angsa lain akan ikut keluar dari formasi bersama angsa tersebut dan mengikutinya terbang turun untuk membantu dan melindungi. Mereka tinggal dengan angsa yang jatuh dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat terbang lagi, tidak sampai mati. Setelah itu mereka akan terbang dengan kekuatan mereka sendiri atau dengan membentuk formasi lain untuk mengejar rombongan mereka.
Pelajaran (5) :
Kalau saja kita berperasaan seperti seekor angsa, kita akan tinggal bersama partner yang berada dalam kesulitan, seperti ketika segalanya baik, dan berusaha untuk mendorongnya agar dapat bangkit kembali.
Readmore...

Merpati Tak Lupa Wajah Manusia

0 comments
 
Studi dari Universite Paris Ouest Nanterre La Defense Prancis membuktikan bahwa merpati memiliki kemampuan mengenali wajah manusia secara spesifik. "Burung ini telah mengembangkan kemampuan untuk membedakan manusia," kata Doktor Dalila Bovet dalam Daily Mail, 4 Juli 2011.
foto

Peneliti melakukan percobaan di sebuah taman yang dipenuhi merpati liar di Paris, Prancis. Dua peneliti dengan ukuran tubuh, warna kulit, dan memakai jaket yang sama memberi makan merpati-merpati tersebut.

Satu peneliti membiarkan burung-burung itu mendekat, sedangkan peneliti lainnya bersikap mengancam dan mengusir mereka. Eksperimen itu dilakukan berulang kali.

Hasilnya merpati itu bisa mengenali peneliti yang mengancam dengan cara menjauhinya. Ini berlangsung terus-menerus walaupun peneliti itu mencoba bersikap baik dan mengganti pakaiannya.

Penelitian ini memperkuat studi sebelumnya yang dilakukan dua peneliti Universitas Iowa pada 31 Maret 2011 dalam Journal of Vision. "Merpati lebih mudah mengabaikan emosi saat mereka menggolongkan identitas wajah," kata Ed Wasserman, Profesor Psikologi Eksperimental. Penelitian ini dibuktikan dengan menunjukan potret-potret emosi wajah manusia.

Meskipun tidak memiliki hubungan yang dekat dengan evolusi manusia, penelitian tentang merpati dipandang penting untuk menganal lebih jauh tentang sistem khusus pengenalan wajah.
Readmore...

Mengenal Ikan Terbang Lebih Dekat

0 comments
 


Ikan terbang menggunakan tubuh aerodinamisnya untuk menembus permukaan air pada kecepatan tinggi dan siripnya yang besar dan aneh berfungsi seperti sayap untuk menjaganya tetap melayang di atas gelombang.


Ikan terbang sesungguhnya bukanlah hewan terbang, seperti burung, tapi hanya melayang saja. Ikan terbang dengan mudah dapat menempuh jarak hingga 200 meter atau lebih dan dapat mencapai ketinggian yang cukup untuk - secara tidak sengaja - nangkring di dek-dek kapal laut.

Alasan pertama ikan terbang yang memiliki 40 atau lebih spesies ini hingga terbang adalah karena aksi melarikan diri atau menghindar dari para predator laut seperti ikan-ikan mackerel, tuna, swordfish dan marlin. Meski demikian ikan ini juga berhati-hati terhadap ancaman paruh burung-burung di atasnya, di samping ikan ini juga diburu oleh nelayan-nelayan di Jepang dan Barbados untuk santapan.


Mekanisme bagaiman ikan ini bisa terbang juga sederhana saja. Awalnya mereka akan berakselerasi di dalam air hingga mencapai kecepatan 70 km/jam dibantu oleh kepakan ekor mereka. Sekali mereka melompat di atas air, sirip-siripnya akan mengembang dan memanfaatkan angin untuk meraih ketinggian. Adakalanya mereka memukulkan ekornya untuk tetap melompat tinggi dan mengubah arah.


Pada beberapa spesies ikan terbang sayap di bagian dadanya juga dibantu sayap di bagian belakangnya, sehingga jenis yang bersayap empat ini lebih hebat beratraksi di udara. Meski kemampuan terbangnya tidak jauh, ikan terbang bisa melakukan terbang bersama, dengan membentuk formasi unik untuk menempuh jarak hingga 400 meter.
Readmore...

Jangan Perlakukan Binatang Peliharaan dengan Kasar atau Kalian akan Bernasib sama dengan Cowok ini

0 comments
 
Remaja Filipina, Jerzon Senador, tak pernah menyangka keusilannya berbuah hukum penjara. Dia divonis melakukan kejahatan terhadap binatang.

Dia menjemur bayi anjing dengan jepit pakaian dan mengunggah foto itu ke halaman Facebook. Setelah muncul di internet, ratusan ribu pengguna facebook marah dan mencap remaja itu berperilaku kriminal. Melalui halaman itu juga mereka mendesak otoritas Filipina segera menangkap Jerzon. Meskipun Jerzon sudah meminta maaf, hukuman tidak dapat dibatalkan.


Readmore...

Dua Kerang Raksasa Ditemukan di Sulawesi

0 comments
 
Dua spesies kerang raksasa alias kima langka ditemukan di perairan Sulawesi Tenggara. Jika terverifikasi, temuan ini menjadikan Indonesia satu-satunya negara tempat habitat hidup semua sembilan spesies kima di dunia.


Kedua spesies baru itu adalah Tridacna tevoroa dan Tridacna rosewateri yang ditemukan dan diidentifikasi oleh kelompok swadaya Konservasi Taman Laut Kima Toli-Toli di Kecamatan Lalonggasumeeto, Konawe, Sulawesi Tenggara.

Sementara jenis kima yang selama ini diketahui hidup di perairan Indonesia adalah Tridacna gigas, T maxima, T derasa, T squamosa, T crocea, Hippopus-hippopus, dan Hippopus porcellanus. Ketujuh jenis kima itu masuk kategori satwa yang dilindungi menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1999.
"Kami sebenarnya menemukan kedua kima sejak memulai konservasi setahun lalu. Awalnya kami pikir keduanya jenis yang sudah ada. Namun, setelah diamati saksama, ternyata ciri-ciri fisiknya berbeda," kata Ketua Konservasi Taman Laut Kima Toli-toli, Habib Nadjar Buduha, Minggu (3/7/2011).

Setelah melakukan riset melalui berbagai sumber internet dan publikasi penelitian ahli kelautan dunia, Habib menyimpulkan, ciri kedua kima serupa dengan spesies Tridacna tevoroa dan Tridacna rosewateri. Selama ini, T tevoroa hanya ditemukan di Kepulauan Fiji dan Tonga di Pasifik. Adapun T rosewateri hanya
ditemukan di Mauritius dan Madagaskar. Belum tahu bagaimana mereka bisa ditemukan di perairan Sulawesi.

Kima merupakan kerang laut besar, ukurannya bervariasi mulai dari sekepal tangan orang dewasa hingga mencapai panjang 1,3 meter dan berat 250 kg. Populasi kima kian langka akibat perburuan besar-besaran sebagai makanan dan hiasan.
Readmore...
0 comments
 

Nyamuk terkadang sering pilih kasih—lebih sering menyerang orang-orang tertentu dibanding yang lainnya. Banyak teori yang mencoba menjelaskan hal ini. Salah satunya adalah penelitian dari Jonathan Day, profesor bidang medical entomology dari University of Florida. Menurut risetnya, sekitar 20 persen orang adalah sasaran yang paling disukai nyamuk.

Ia juga menyatakan, ada dua hal yang membuat nyamuk tertarik untuk menggigit Anda. Yang pertama adalah faktor visual. "Nyamuk adalah binatang yang sangat visual, terutama begitu menjelang malam. Mereka biasanya akan mencari orang-orang yang berpakaian warna gelap, seperti hitam, biru tua, dan merah, biasanya akan jadi target utama," kata Day.

Faktor kedua adalah suhu tubuh. Orang yang memiliki suhu tubuh lebih hangat, seperti orang berbadan gemuk atau wanita hamil, biasanya lebih menarik nyamuk daripada yang suhu tubuhnya lebih dingin.

Hal lain yang juga menjadikan Anda sasaran empuk bagi nyamuk adalah aroma tubuh. Menurut Joseph Conlon, seorang medical entomologist dan penasihat untuk American Mosquito Control Association, ada beberapa aroma tubuh yang biasanya disukai nyamuk, salah satunya yang dikeluarkan saat Anda barusan berolahraga.

Fakta menarik lainnya, beberapa jenis nyamuk gemar menyerang di bagian kaki karena tertarik akan aroma yang dikeluarkan oleh bakteri di area ini. Sementara ada juga nyamuk yang menyerang daerah kepala, leher, dan lengan karena area ini cenderung lebih hangat dan mengeluarkan aroma tertentu.
Readmore...

Udang Mantis Jadi Inspirasi Teknologi 3D

0 comments
 
Spesies udang mantis (Odontodactylus scyllarus) ternyata tak cuma memiliki tampilan yang mengesankan, tapi juga dikaruniai kemampuan 'menangkap' cahaya yang terpolarisasi yang menjadi dasar pengembangan teknologi 3D.


"Cahaya memang bisa dilihat manusia, tapi getaran gelombang elektrik tak dapat dilihat. Udang mantis mampu melihat cahaya yang terpolarisasi dan getaran medan listrik dari beragam warna," kata Jen Yi-jun, profesor  Elektro-Optikal dari National Taipei University of Technology, Taipei.

Kelebihan itu lantas menginspirasinya mengembangkan material baru dengan struktur mirip lensa mata udang mantis. Bersama Akhlesh Lakhtakia dari Pennsylvania State University, Jen mengembangkan material yang disebut waveplate.

Menurut Jen, material tersebut bisa digunakan untuk mem-filter cahaya dengan spektrum yang lebih luas dari piranti optik pada DVD player yang ada saat ini. Dengan inovasi ini, penggemar film nantinya bisa menonton film 3D dengan kualitas lebih baik.

Menjelaskan lebih detail, Jen mengatakan, "Kami ingin mengubah polarisasi tanpa mempengaruhi jumlah cahaya yang diserap. Kami menginginkan baik transmitansi dan polarisasi terjadi dengan frekuensi yang independen. Dengan kata lain, kami tak ingin mengubah warna."

Berdasarkan laporan situs Taiwantoday.tw, Senin (27/6/2011), waveplate yang dikembangkan tengah memasuki proses paten di Taiwan. Ke depan, teknologi ini juga bisa digunakan untuk mengembangkan kacamata 3D sehingga pengguna bisa mendapatkan pengalaman visual yang lebih baik.
Readmore...

Alasan Mengapa Daging Ikan Berwarna Putih Atau Merah

0 comments
 
Mengapa daging ikan umumnya putih, padahal kebanyakan daging lain berwarna merah? Bukankah ikan juga mempunyai darah? Dan mengapa ikan lebih lekas masak dibanding daging lain?

Tentu saja, ini bukan semata-semata karena ikan selalu berada di dalam air seumur hidupnya. Daging ikan memiliki pembawaan yang berbeda dari daging kebanyakan makhluk berjalan, melata, dan terbang karena beberapa alasan.

http://pigged-out.com/wp-content/uploads/2009/03/musashi_sashimi.jpg



Faktor-Faktor yang Membuat Daging Ikan Lebih Lunak


Berenang dalam air mungkin bukan kegiatan binaraga yang terlalu berat buat ikan, sebaliknya bandingkan dengan kuda dan rusa yang harus berpacu di padang rumput atau burung yang harus mengepak-ngepakkan sayap terus-menerus di udara.

Ini sebabnya otot-otot ikan tidak seberkembang otot-otot hewan lain. Gajah, misalnya, harus bekerja keras melawan gravitasi bahkan ketika hanya inigin melangkah, maka otot-otot mereka sangat berkembang dan keras. Akibatnya, kita harus memasaknya dalam suhu di bawah temperatur didih lama sekali agar menjadi lunak.
Namun, yang lebih penting adalah kenyataan bahwa ikan memiliki jaringan otot yang secara mendasar memang berbeda dari kebanyakan hewan darat. Untuk melesat kabur dari musuh-musuhnya, ikan hanya memerlukan beberapa gerak menyentak yang sangat bertenaga, bandingkan dengan satwa lain yang membutuhkan tenaga dan jangka waktu lama untuk melakukan lesatan dan berlari.

Maka, otot-otot ikan terutama terbentuk dari serat-serat yang dapat berkontraksi dengan cepat. Otot umumnya terbentuk dari berkas-berkas serat. Otot-otot ikan lebih pendek dan lebih tipis dibanding serat-serat besar untuk kontraksi lambat pada otot-otot satwa darat.


http://www.earthlife.net/fish/images/salmon.jpg


Karena itu dapat lebih mudah dikoyak, misalnya ketika dikunyah, atau diuraikan secara kimiawi, ketika dimasak. Ikan bahkan cukup lunak untuk dimakan mentah-mentah, seperti pada masakan sashimi.

Satu alasan penting lain mengapa ikan lebih lunak daripada satwa lain adalah karena mereka hidup dalam lingkungan yang pada dasarnya tanpa berat. Oleh sebab itu mereka tidak terlalu memerlukan jaringan pengikat tulang rawan, tendon, ligamen, dan sebagainya yang diperlukan oleh kebanyakan makhluk lain untuk menyangga berbagai bagian tubuh dan mempersatukan semuanya dengan kerangka utama. Maka ikan praktis seluruhnya terdiri atas otot, tanpa jaringan-jaringan liat yang sulit diuraikan.

Karena semua tadi, daging ikan begitu lunak sehingga masalah pokok kita adalah menjaga agar tidak memasaknya terlalu lama. Kita memasaknya hanya sampai semua proteinnya menggumpal dan berwarna pekat, sama seperti yang terjadi pada protein dalam putih telur. Daging tadi akan menjadi liat dan kering jika Anda memasaknya terlalu lama.

Lalu, mengapa daging ikan berwarna putih?


Darah ikan tidak terlalu banyak, dan yang sedikit itu pun sebagian besar terpusat dalam insang. Ketika hewan ini akhirnya terhidang di meja makan, hampir semua darahnya telah habis tercuci.

Mudahnya mencuci darah dari daging ikan sekali lagi terkait dengan aktivitas otot yang berbeda pada bangsa ikan. Karena dirancang hanya untuk kontraksi-kontraksi cepat dan singkat, otot ikan tidak memerlukan cadangan oksigen seperti pada otot hewan darat yang memerlukan stamina untuk kegiatan mereka.

Sebagaimana kita ketahui, otot-otot kontraksi lambat pada hewan darat harus menyimpan oksigen dalam bentuk myoglobin, sebuah senyawa merah yang berubah menjadi coklat ketika terkena udara atau panas. Myoglobin inilah, bukan darah, yang membuat daging merah berwarna merah.


http://hawaii808.cocolog-nifty.com/photos/uncategorized/sashimi0515.jpg


Okada (1990) menyatakan bahwa daging merah mengandung myoglobin dan hemoglobin yang bersifat prooksidan serta kaya akan lemak. Warna merah pada daging ikan disebabkan kandungan hemoproteinnya tinggi yang tersusun atas protein mioety, globin dan struktur heme.

Di antara hemoprotein yang ada, myoglobin adalah hemoprotein yang terbanyak. Lebih 80 % hemoprotein pada daging merah adalah myoglobin dan hemoglobin.

Kandungan myoglobin pada daging merah ikan tuna dapat lebih dari 3500 mg/100 gram (Watanabe, 1990). Hal ini yang menyebabkan mudahnya terjadi ketengikan pada daging merah ikan tuna (Okada, 1990).

Penyebab utama antara daging putih dan daging merah adalah kandungan pigmennya, dimana myoglobin menjadi pigmen utama yang terdapat pada daging merah (Winarno, 1984).

Menurutnya myoglobin mirip dengan hemoglobin berbentuk lebih kecil, yaitu kira-kira satu per empat bagian dari besar hemoglobin. Satu molekul myoglobin terdiri dari satu rantai polipeptida yang terdiri dari 150 buah asam amino.

Berdasarkan sifat fisiknya, myoglobin merupakan bagian dari protein sarkoplasma daging, bersifat larut dalam air dan larutan garam encer (Clydesdale dan Francis, 1976) dan Kramlich et al (1973) menjelaskan beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah hemoglobin dan myoglobin pada daging antara lain :

1) Tingkat aktivitas jaringan,
2) Suplai darah,
3) Tingkat kebutuhan oksigen,
4) Umur dan spesies.

Molekul myoglobin terdiri dari dua bagian yaitu: bagian protein (globin) dan bagian nonprotein (heme). Selanjutnya dinyatakan bahwa kandungan myoglobin dalam tiap daging berbeda tergantung jenisnya.
Readmore...

Lebah Terbesar Di Dunia

0 comments
 
Megachile Pluto adalah lebah yang sangat besar yang terdapat di Indonesia. Lebah ini menggunakan resin untuk membuat kompartemen di sarangnya. Betinanya dapat tumbuh sebesar 3,9 cm dengan panjang lebar sayap 6,33 cm.


Megachile Pluto dianggap sebagai lebah terbesar di dunia, dan disebut juga sebagai Wallace's Giant Bee. Sedangkan pejantannya hanya tumbuh sekitar 2,3 cm.

Megachile Pluto pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1859 oleh naturalis Alfred Russel Wallace. Pernah dianggap punah sampai ditemukan kembali pada tahun 1981 oleh Adam C. Messer, seorang entomologi Amerika, yang menemukan enam sarang di pulau Bacan dan pulau-pulau terdekat lainnya.





Letak persebarannya

Lebah ini membangun sarang mereka di dalam sarang rayap aktif, yang menjelaskan mengapa penduduk pulau bahkan tidak mengetahui keberadaan lebah tersebut.
Readmore...

4 Spesies Primata Indonesia Nyaris Punah

0 comments
 
Tahukah anda bahwa Indonesia adalah salah satu Negara yang memiliki jenis primata paling bervariasi di dunia? Dari 200 jenis primata yang tercatat dimuka bumi, di Indonesia terdapat 40 jenis atau sekitar 25 persen.


Ironisnya, dari jumlah tersebut sekitar 70 persen terancam punah akibat banyak habitat primata yang rusak dan penangkapan ilegal untuk diperdagangkan. ProFauna Indonesia mencatat setiap tahunnya ribuan kera hasil tangkapan alam diperdagangkan di Indonesia untuk dikonsumsi atau dijadikan satwa peliharaan.
"Sampai saat ini masih ada pengiriman, kalau dipelihara sepertinya hanya sedikit, lebih banyak dikonsumsi otak dan dagingnya," kata Ketua Pro Rosek Nursahid, disela-sela kampanye penyelamatan primata di Renon, Denpasar, Minggu (3/7/2011).

Tingginya angka konsumsi primata di Indonesia karena sebagian masyarakat masih percaya mitos bahwa kera dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit salah satunya asma, meski sampai saat ini tidak bisa dibuktikan secara ilmiah.

Akibat ekploitasi yang membabi buta ini, sedikitnya 4 primata asal Indonesia benar-benar akan punah jika tidak segera diselamatkan. Mereka adalah Orangutan Sumatera (Pongo Abelii), Kukang Jawa (Nyeticebus Javanicus), Tarsius Siau (Tarsius Tumpara), dan Simakubo (Simias Cocolor).

Untuk menyelamatkan mereka, tak cukup kepedulian para LSM pecinta satwa saja, dibutuhkan kesadaran seluruh masyarakat dan Pemerintah untuk saling mengingatkan pentingnya menjaga habitat bangsa kera dan monyet yang merupakaan kekayaan alam Indonesia ini.
Readmore...

Serangga Unik, Bernyanyi dengan Penis

0 comments
 
 
Serangga air tawar Micronecta Scholtzi punya keahlian langka. Serangga ini bisa bernyanyi dengan menggosokkan penisnya yang hanya setebal rambut manusia ke bagian abdomen lewat mekanisme yang disebut stirdulasi.

"Nyanyian yang dihasilkan sangat keras sehingga orang yang berjalan di tepian sungai bisa mendengar
serangga kecil ini bernyanyi dari dalam sungai," kata James Windmill dari University of Strathclyde, Glasgow.
Windmill yang terlibat penelitian ini mengaku kaget dengan temuannya. "Kami semula berpikir bahwa suara itu datang dari serangga air yang lebih besar, seperti dari spesies Sigara," ungkap Windmill.

Dikatakan, nyanyian yang dihasilkan bisa mencapai 99,2 decibel, setara dengan suara orkestra yang tampil di depan mata. Dengan melihat ukuran tubuhnya, maka serangga ini ialah hewan dengan suara terkeras di Bumi.
Windmill mengatakan, suara keras itu dipakai untuk menarik betina ketika hendak kawin. Masing-masing pejantan harus memproduksi suara sekeras mungkin agar bisa memenangkan kompetisi mendapatkan betina.
Tentang serangga yang bernyanyi dengan penis, Jerome Sueur dari Museum of National History Paris, mitra Windmill, mengatakan, setidaknya ada 1 spesies serangga lain yang juga bernyanyi dengan alat genitalnya. "Spesies ngengat, Syntonarcha iriasis, menggunakan alat genital yang telah termodifikasi sehingga bisa menghasilkan bunyi ultrasonik," kata Sueur seperti dikutip BBC News, Kamis (30/6/2011).

Sueur mengatakan, banyak serangga bisa menghasilkan suara dengan cara tak terduga, seperti memakai sayap, kaki bahkan kepala. Namun, Micronecta scholtzi istimewa sebab menghasilkan suara dari bagian yang sangat kecil.

Saat ini, ilmuwan mengaku belum tahu faktor yang membuat suara Micronecta scholtzi bisa begitu keras. Kajian terhadap proses itu bisa bermanfaat untuk mengembangkan sistem ultrasonik di masa depan.
Readmore...

Katak-katak Papua Belum Punya "Nama"

0 comments
 
Sebanyak 134 spesies katak baru ditemukan dalam penelitian sejak tahun 1998-2008 di Papua dan Papua Niugini. Penemuan itu memantapkan posisi wilayah tersebut sebagai tempat dengan keanekaragaman katak tertinggi setelah Madagaskar.


Salah satu jenis katak yang ditemukan adalah Litoria sauroni berdasarkan nama Sauron di Lord of the Ring karena kemiripannya. Katak itu punya mata merah berbintik hitam dan pejantannya suka memanggil betina pada malam hari dari cabang pepohonan.

Jenis katak lain dari genus yang sama juga ditemukan, yakni Litoria spartacus, Litoria bibonius, dan Litoria dux. Spesies terakhir dinamai berdasarkan bahasa latin "dux" yang berarti pemimpin. Sebab, katak tersebut memiliki warna yang cerah dan atraktif.

Di antara ratusan katak yang ditemukan, katak berbisa yang ditemukan di Gunung Bosavi adalah yang paling menarik. Sementara spesies lainnya yang tak kalah unik adalah Oreophryne minuta yang ditemukan pada tahun 2000 dan hanya memiliki panjang 1 cm.

Semua jenis katak yang ditemukan di Papua dan Papua Niugini terangkum dalam laporan WWF yang terbit tahun ini. Selain spesies di atas, ada pula Albericus sanguinopictus, Choerophryne longirostris, Austrochaperina blumi, dan Cophixalus variabilis.
Banyak dari katak yang telah ditemukan ternyata belum dideskripsikan. Dari 150 amfibi dan reptilia yang disimpan di Bishop Museum yang belum dideskripsikan, lebih dari 100 di antaranya adalah katak. Tentunya ini sebuah kesempatan buat para ilmuwan untuk berperan.
Readmore...

Ada Lho Kelelawar Bermuka Monyet

0 comments
 

Ekspedisi ke Papua dan Papua Nugini dalam kurun waktu 1998-2008 telah berhasil menemukan beragam spesies menarik. Pada tahun 2005 misalnya, ditemukan spesies kelelawar bermuka monyet, dikenal dengan nama latin Pteralopex flanneryi.


Berdasarkan laporan WWF yang dipublikasikan tahun ini, spesies tersebut merupakan jenis kelelawar pemakan buah. Spesies ini memiliki habitat di hutan dataran rendah hingga yang berketinggian 200 meter di atas permukaan laut.

Menurut International Union for Conservation of Nature (IUCN), spesies ini termasuk terancam punah. Populasinya menurun drastis, diperkirakan turun mencapai 80 persen dalam 3 generasi terakhir akibat perburuan dan perusakan habitat.

Selain kelelawar bermuka monyet, ekspedisi ke Papua Nugini juga menemukan spesies kelelawar lain yang memiliki telinga panjang. Bernama latin Nyctophilus sp., spesies ini ditemukan pada tahun 2008 dan hingga kini belum dideskripsikan.
Sementara, jenis mamalia lain yang juga ditemukan adalah Kuskus dengan mata biru berbintik yang dinamai Spilocuscus wilsoni. Spesies ini ditemukan pada tahun 2004 di Papua.

Ada pula Echidna (Zaglossus attenboroughi) yang ditemukan pada tahun 1998 di dekat kota Jayapura. Echidna yang ditemukan memiliki "paruh" panjang dan moncong yang berungsi sebagai hidung dan mulut sekaligus. Bersama platypus, hewan ini termasuk jenis mamalia yang masih bereproduksi dengan bertelur.
Spesies mamalia yang unik ditemukan berkat kerjasama dengan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Spesies itu adalah tikus raksasa (Mallomys sp.) yang ukurannya 5 kali tikus biasa. Tikus ini memiliki berat sekitar 1,4 kg serta bulu yang lebat dan tebal.
Readmore...

Hiu Air Tawar Papua yang Mencengangkan

0 comments
 
Lebih dari 1.000 spesies ditemukan dalam penelitian di Papua dan Papua Nugini selama tahun 1998-2008. Satu yang paling mencengangkan adalah penemuan hiu air tawar yang diberi nama ilmiah Glyphis garricki. Jenis baru ikan hiu tersebut ditemukan pada tahun 2008 oleh pakar ikan asal Selandia Baru, Jack Garrick.
Saat itu, Garrick menemukan 2 individu yang baru lahir di wilayah Port Romilly, Gulf District, Papua Nugini. Laporan WWF yang dipublikasikan tahun ini menyebutkan, hiu air tawar banyak ditemukan di sungai-sungai besar Asia seperti Gangga.

Glyphis garricki ialah satu dari 6 spesies dalam genus Glyphis yang dideskripsikan. Sejak saat penemuannya hingga kini, hanya 16 individu hiu air tawar yang ditemukan di rentang wilayah Papua hingga Australia.
Spesimen terbesar dinamakan Northern River Shark, berukuran panjang 2,5 meter. Sedikitnya individu yang ditemukan membuat Glyphis garricki tergolong langka. International Union for Conservation of Nature (IUCN) memasukkan ikan ini dalam kategori "Terancam" di Daftar Merahnya.

Ikan hiu air tawar hanyalah satu dari 71 spesies ikan yang ditemukan di Papua dan Papua Nugini dalam jangka waktu yang disebutkan di atas. Jenis ikan Chrysiptera cymatilis juga ditemukan di Pantai Milne, Papua Nugini. Jenis ikan yang istimewa lainnya ialah Cirrhilabrus cenderawasih, ditemukan di wilayah kepala burung Papua. Jenis ikan ini memiliki corak warna begitu indah sehingga pejantannya memanfaatkannya untuk menarik betina ketika hendak kawin.

Sama halnya dengan satwa lain, banyak ikan di Papua dan Papua Nugini terancam oleh aktivitas perusakan habitat. Penangkapan ikan yang tak ramah lingkungan juga merupakan salah satu ancaman.
Readmore...

Ular Langka, Buta dan Tak Berbisa

0 comments
 
Penelitian di Papua dan Papua Nugini dalam kurun waktu 1998-2008 berhasil menemukan 43 spesies reptilia, terdiri dari 5 spesies ular, 37 spesies kadal dan 1 spesies penyu bercangkang lunak. Data lengkap tentang jenis-jenis reptil yang ditemukan dipublikasikan dalam laporan WWF yang terbit tahun ini.


Di antara sekian jenis ular yang ditemukan, yang paling menarik perhatian adalah spesies Typhlops hades. Tak seperti ular lain yang dikenal berbahaya, ular ini seperti penuh kelemahan. Jenis ular itu buta dan memiliki sisik yang menutupi matanya. Typhlops hades juga tak punya bisa dan bahkan tak mampu menggigit. Ciri lain, panjangnya hanya 12-14 cm. Melihat cirinya, mungkin tak ada yang takut dengan ular ini.

Typhlops hades ditemukan oleh Fred Kraus dari Bishop Musem pada tahun 2005. Hasil penemuan dipublikasikan di Journal of Herpetology Vol 39 No 4 Tahun 2005. Dalam jurnal itu, Kraus mengatakan bahwa ular ini memiliki 18 baris sisik, 343 sisik middorsal, pupil yang unik, sisik subocular tunggal dan tak memiliki sisik presubocular.

Kraus juga mengungkapkan dalam jurnal itu bahwa spesies ular ini dideskripsikan dari 2 spesimen yang ditemukan di wilayah timur laut Pulau Rossel. Belum diketahui apakah jenis ular ini juga ditemukan di pulau dekat Rossel. Yang jelas, menurut Kraus, "Ular ini memiliki kekerabatan terdekat dengan Typhlops inormatus."

Jenis ular unik lainnya yang ditemukan adalah Tropidonophis dolasii yang memiliki warna kuning coklat dengan corak khas. Juga ada ular laut unik yang punya kebiasaan pergi ke daratan ketika hendak berkembang biak dan meletakkan telur.

Selain ular, jenis reptil paling mengagumkan yang ditemukan adalah biawak pohon berbintik emas dari Pulau Waigeo, Papua. Jenis biawak itu punya ekor khas sehingga mendukung untuk hidup di pohon. Jenis spesies yang dinamai Varanus boehmei itu diketahui memangsa serangga seperti jangkrik dan kecoak serta rodensia seperti tikus.
Jenis reptil lain adalah Varanus reisingeri dari Pulau Misol yang punya warna mencolok serta Varanus macraei dari Pulau Batanta yang punya warna hitam dan bintik turqoise dan biru. Jenis Varanus macraei adalah salah satu jenis reptil paling spektakuler yang pernah ditemukan.
Readmore...

Kelelawar Paling Cantik Yang Jarang Dilihat

0 comments
 
Sudah menjadi rahasia umum, bahwasanya tidak sedikit orang, mungkin kaskuser juga yang sangat phobia dengan kelelawar. Dan ketakutan itu, ane rasa masih bisa ditolerir.
Tapi bagaimana dengan kelelawar "cute" dan iMoeTz (bahasanya anak Alay) berikut, jangan bilang kalian suka sama kelelawar satu ini.

thegaulia.blogspot.com
Dengan panjang hanya berkisar 37-47 mm, kelelawar kecil ini sedikit mirip makanan bulat berwarna putih yang sangat empuk.

thegaulia.blogspot.com
"Little Marshmallow" ini bernama asli Honduran White Tent Bat. Hobi mereka adalah memotong urat tanaman Heliconia, sehingga menyebabkan daunnya terlipat ke bawah dan membentuk tenda untuk mereka tinggal. Mereka menempati bagian atas "tenda" tsb bersama koloni kecil mereka, dimana hanya ada satu jantan dan beberapa betina.

thegaulia.blogspot.com

thegaulia.blogspot.com

thegaulia.blogspot.com

thegaulia.blogspot.com
Readmore...

Gagak Wariskan 'Dendam' Pada Keturunannya

0 comments
 


Sebuah penelitian yang dilakukan selama 5 tahun terhadap gagak-gagak yang tinggal di kawasan Seattle, Washington, Amerika Serikat menunjukkan bahwa burung gagak bisa mengingat mana ‘manusia yang berbahaya’ bagi keselamatannya.

Hebatnya, burung ini bisa memberitahukan informasi ini pada anak-anaknya serta gagak-gagak lain.

Menurut John Marzluff, profesor dari University of Washington, kemampuan ini telah membantu spesies itu beradaptasi dengan sukses serta berkembang biak bersama dengan manusia.

“Perilaku setiap individu manusia terhadap hewan sangat berbeda dan berubah-ubah,” kata Marzluff, seperti dikutip dari ABC, 30 Juni 2011. “Berhubung manusia sering hadirkan ancaman bagi hewan, kemampuan mempelajari perilaku sosial ini sangat berguna bagi hewan,” ucapnya.

Pada percobaan, peneliti menggunakan topeng lalu menjebak, mengikat kemudian melepas 7 sampai 15 ekor burung di 5 kawasan yang berbeda di Seattle. Untuk mengetahui dampak penangkapan tersebut, selama 5 tahun kemudian, dilakukan penelitian terhadap perilaku burung itu terhadap orang-orang yang melintas di kawasan lokasi penangkapan.

Peneliti menggunakan topeng ‘penjahat’ atau topeng yang mereka pakai saat menjebak para burung. Setelah itu mereka membandingkannya dengan menggunakan topeng lain yang tidak ada kaitannya dengan penangkapan terhadap para tersebut.

Dalam 2 minggu setelah penangkapan, rata-rata 26 persen gagak ‘memarahi’ orang yang menggunakan topeng penjahat. Mereka mengganggu orang itu dengan mengepakkan sayap dan mengibaskan ekornya. Kadang, tindakan gagak yang pernah disakiti itu dibantu oleh gagak-gagak lain yang bergabung dan mengerumuni ‘penjahat’ tersebut.

Setelah lebih dari setahun, lebih dari 30 persen menyerang orang yang memakai topeng penjahat. Angkanya malah meningkat lebih dari dua kali lipat, yakni mencapai 66 persen setelah tiga tahun dari waktu penjebakan terhadap gagak.
Readmore...

Gara - Gara Diserang Kura - Kura, Bandara New York Tunda Penerbangan

0 comments
 

Puluhan penerbangan di Bandara Internasional John F Kennedy terpaksa ditunda, setelah bandara itu diserang. Bukan oleh teroris ataupun pelaku kriminal, bandara sibuk di New York, Amerika Serikat (AS) itu justru diserangan oleh ratusan kura-kura.

Sekira 150 ekor kura-kura tiba-tiba saja merangkak masuk ke dalam landasan pacu Bandara Kennedy. Sontak parade binatang lamban itu membuat petugas bandara mengambil tindakan. Demikian diberitakan Associated Press, Kamis (30/6/2011).

Otoritas Bandara New York dan New Jersey mengatakan, "mulanya ada satu kura-kura yang terlihat. Tiba-tiba saja jumlahnya bertambah banyak." Kondisi ini memaksa otoritas bandara untuk mengalihkan penerbangan ke landasan lain.

Sementara penerbangan di bandara tersebut terpaksa ditunda sekira 30 menit. Ratusan kura-kura ini diketahui mencari tempat untuk bertelur dan hal ini pun sudah biasa terjadi sebelumnya.

Migrasi kura-kura ini biasa terjadi di Bandara Kennedy tiap tahunnya. Bandara tersebut di pinggir Teluk Jamaika dan dekat dengan sebuah taman nasional. Setiap akhir Juni dan awal Juli kura-kura tersebut keluar dari teluk itu dan bergerak menuju pantai untuk bertelur.
Readmore...