Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pengetahuan. Tampilkan semua postingan

Sikat Gigi Tingkatkan Peluang Kehamilan

0 comments
 

Kesehatan gigi dan mulut tak hanya penting bagi wanita hamil, tapi juga mereka yang sedang merencanakan kehamilan. Berdasar sebuah penelitian di Australia, kesehatan gigi dan mulut yang buruk memengaruhi proses pembuahan.

Seperti dikutip dari Times of India, penelitian untuk mengungkap hubungan antara kesehatan gigi dan mulut dengan tingkat kesuburan itu dilakukan terhadap 3.737 wanita hamil.

Roger Hart, Profesor Pengobatan Reproduksi Universitas Western, Perth, Australia, mengatakan, penyakit gusi atau penyakit periodontal kronis terjadi akibat penumpukan plak. Kondisi ini bisa memicu timbulnya ratusan bakteri pemicu infeksi. Bakteri-bakteri inilah yang rentan menyebar melalui pembuluh darah ke tubuh, termasuk organ reproduksi.

Dalam penelitian itu, Hart dan timnya menemukan bahwa wanita dengan gangguan kesehatan gusi rata-rata membutuhkan waktu lebih dari tujuh bulan untuk hamil setelah menikah. Lebih lama sekitar dua bulan dibandingkan mereka yang tidak mengalami gangguan gusi.

Lewat studi yang dipresentasikan dalam pertemuan tahunan Society of Human Reproduction and Embryology, Hart menyarankan mereka yang tengah merencanakan kehamilan untuk melakukan perawatan gigi dan mulut. "Lakukan perawatan gigi dan mulut sebelum melakukan pembuahan," ujarnya.

Itu tak hanya berlaku bagi wanita tapi juga pria. Sebab, adanya gangguan pada gigi atau mulut bisa memicu bacteriospermia, yaitu timbulnya bakteri dalam sperma.

Perawatan gigi dan mulut juga perlu dilanjutkan selama masa kehamilan demi kesehatan janin. Mereka yang memiliki masalah pada gigi dan mulut berisiko tiga kali lebih besar melahirkan bayi prematur dibandingkan mereka dengan gigi yang sehat.
Readmore...

Petani Sumenep Tanam Padi Berteknologi Nuklir

0 comments
 
Petani padi di Desa Bilapora Barat, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, menguji coba penanaman benih padi berteknologi nuklir yang disebut Mira 1. "Ini sudah penanaman turunan kedua padi nuklir," kata Hamsu, salah seorang penanam bibit padi nuklir.

http://image.tempointeraktif.com/?id=72178&width=274

Menurut dia, bibit padi nuklir tersebut diberi oleh Fakultas Pertanian Universitas Wiraraja Sumenep dan Desa Bilaporah Barat dipilih sebagai desa percontohan penanaman. "Dibanding bibit padi biasa, padi nuklir bulirnya lebih banyak," ujarnya.

Meski lebih menguntungkan secara ekonomi, Hamsu dan puluhan petani lainnya khawatir akan dampak negatif yang mungkin muncul. Walau demikian, sejauh ini tidak ada dampak negatif yang terjadi.

"Meski menanam, saya tidak pernah makan hasilnya. Takut karena ada nuklirnya," katanya sembari tertawa.
Rektor Universitas Wiraraja Sumenep, Alwiyah membenarkan pihaknya mengembangkan penanaman padi berteknologi nuklir di Desa Bilapora Barat.

Kegiatan itu, kata dia, atas kerja sama Universitas Wiraraja dengan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) antara 2005 hingga 2009 lalu. "Kami ingin kerja sama lagi dengan BATAN karena hasil padi nuklirnya bagus," tuturnya.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioIwORoCZvrDvSAIVrRjjpOlPL0iPKNIo1IdX4gdc3ZEeJkMifkjar8U5ZIGBsSTeanRW9xkY7O2TEog3werHr_a8hBKBkcPOXoWWnUWLkvWilj4r6W9qTdTCskvakSU0L3rCSfSDbLuBr/s400/ap1000-reactor.jpg
Rencana pembangunan reaktor nuklir di Sumenep

Alwiyah meminta media berhati-hati memberitakan soal padi nuklir ini. Dia khawatir masyarakat salah persepsi dan akhirnya menolak menanam padi nuklir.

"Dengar kata Nuklir, warga pasti menolak. Padahal, kami hanya kerja sama di bidang iptek pertanian dan perternakan, bukan pembangkitnya," ujarnya.

Dia menambahkan, selain bibit padi nuklir Mira 1, pihaknya juga mengembangkan suplemen penggemuk sapi memanfaatkan teknologi nuklir yang diberi nama suplemen pakan multinutrisi.

Suplemen ini juga terbukti ampuh menggemukkan sapi. "Perbandingannya, sapi diberi suplemen ini bobotnya lebih berat 0,5 kilogram dibanding sapi lain," ujarnya.

Alwiyah memastikan, meski memanfaatkan teknologi nuklir, tidak ada dampak buruk bagi kesehatan masyarakat.
Readmore...

ebenarnya Siapakah Penyumbang Oksigen Terbesar Untuk Bumi?

0 comments
 
Sudah baca pertanyaan di atas? nah kalau udah dibaca, silakan dijawab. Siapa sih yang rela-rela memberikan Oksigen bagi manusia..berjasa banget kan?

Kalau anda jawab : Pohon




Jawabannya: sorry..masih salah..pohon adalah salah satu penyumbang oksigen, akan tetapi hanya sebesar 20% untuk bumi. pohon berguna untuk mitigasi (mengurangi) karbondioksida yang ada di bumi. jadi untuk mengurangi dampak pemanasan global, tanamlah pohon agar CO2 nya dapat dimanfaatkan oleh pohon. karena nilai wajar dari CO2 adalah 0,1% di bumi ini, tetapi tahun 2010 ini kadar CO2 di atmosfer bumi sudah mencapai 0,3% bro!!

Jadi Jawaban Yang Benar adalah :


anda tau siapa itu?

yap jawabannya adalah Plankton. Khususnya adalah Fitoplankton

Plankton didefinisikan sebagai organisme hanyut apapun yang hidup dalam zona pelagik (bagian atas) samudera, laut, dan badan air tawar. Secara luas plankton dianggap sebagai salah satu organisme terpenting di dunia, karena menjadi bekal makanan untuk kehidupan akuatik.

Bagi kebanyakan makhluk laut, plankton adalah makanan utama mereka. Plankton terdiri dari sisa-sisa hewan dan tumbuhan laut. Ukurannya kecil saja. Walaupun termasuk sejenis benda hidup, plankton tidak mempunyai kekuatan untuk melawan arus, air pasang atau angin yang menghanyutkannya.

Plankton hidup di pesisir pantai di mana ia mendapat bekal garam mineral dan cahaya matahari yang mencukupi. Ini penting untuk memungkinkannya terus hidup. Mengingat plankton menjadi makanan ikan, tidak mengherankan bila ikan banyak terdapat di pesisir pantai. Itulah sebabnya kegiatan menangkap ikan aktif dijalankan di kawasan itu.

Selain sisa-sisa hewan, plankton juga tercipta dari tumbuhan. Jika dilihat menggunakan mikroskop, unsur tumbuhan alga dapat dilihat pada plankton. Beberapa makhluk laut yang memakan plankton adalah seperti batu karang, kerang, dan ikan paus.

Plankton adalah organisme yang menyumbang 80% kebutuhan oksigen yang ada di bumi ini. dengan kemampuannya berespisari menghasilkan gelembung-gelembun oksigen yang terdapat di dalam laut, oksigen tersebut terlepas ke udara dan menjadi gas yang bisa kita nikmati sekarang

Para ilmuwan dari Amerika Serikat menemukan plankton secara tidak langsung dapat membuat awan yang dapat menahan sebagian sinar matahari yang merugikan. Sehingga plankton bisa membantu memperlambat proses pemanasan bumi.

Dierdre Toole dari Institusi Oceanografi Woods Hole (WHOI) dan David Siegel dari Universitas California, Santa Barbara (UCSB) adalah dua peneliti itu.

Penelitian yang dibiayai oleh NASA tersebut mengungkapkan ketika matahari menyinari lautan, lapisan atas laut (sekitar 25 meter dari permukaan laut) memanas, dan menyebabkan perbedaan suhu yang cukup tinggi dengan lapisan laut di bawahnya. Lapisan atas dan bawah tersebut terpisah dan tidak saling tercampur.
Plankton hidup di lapisan atas, tapi nutrisi yang diperlukan oleh plankton terdapat lebih banyak di lapisan bawah laut. Karenanya, plankton mengalami malnutrisi.

Akibat kondisi malnutrisi ditambah dengan suhu air yang panas, plankton mengalami stress sehingga lebih rentan terhadap sinar ultraviolet yang dapat merusaknya.

Karena rentan terhadap sinar ultraviolet, plankton mencoba melindungi diri dengan menghasilkan zat dimethylsulfoniopropionate (DMSP) yang berfungsi untuk menguatkan dinding sel mereka.

Zat ini jika terurai ke air akan menjadi zat dimethylsulfide (DMS). DMS kemudian terlepas dengan sendirinya dari permukaan laut ke udara.

Di atmosfer, DMS bereaksi dengan oksigen sehingga membentuk sejenis komponen sulfur. Komponen sulfur DMS itu kemudian saling melekat dan membentuk partikel kecil seperti debu. Partikel-partikel kecil tersebut kemudian memudahkan uap air dari laut untuk berkondensasi dan membentuk awan.

Jadi, secara tidak langsung, plankton membantu menciptakan awan. Awan yang terbentuk menyebabkan semakin sedikit sinar ultraviolet yang mencapai permukaan laut, sehingga plankton pun terbebas dari gangguan sinar ultraviolet.

Proses ini sebenarnya telah beberapa tahun dipelajari di laboratorium oleh para ilmuwan, namun proses alamiahnya baru kali ini dapat dipelajari.

Awan yang disebabkan oleh plankton ini, dipercaya dapat memperlambat proses pemanasan bumi, serta memiliki efek besar tehadap iklim bumi. Namun, untuk membuktikan hal tersebut, masih harus dilakukan penelitian lanjutan yang seksama.

Penelitian yang dilakukan di Laut Sargasso, lepas pantai Bermuda ini juga menemukan secara mengejutkan bahwa partikel DMS ini dapat terurai dengan sendirinya di udara setelah tiga sampai lima hari saja. Padahal, karbondioksida di udara, dapat bertahan hingga berpuluh-puluh tahun.
Readmore...

NASA Mengungkapkan Bahwa Segetiga Bermuda tidak Ada!

0 comments
 
http://keajaibanalamdunia.files.wordpress.com/2010/04/segitiga-bermuda.jpg

Amerika, Pada Minggu 5 Desember 2010 kemarin, sejumlah orang berkumpul di Bandara Internasional Fort Lauderdale, Hollywood. Mereka mengenang kejadian hilangnya skuadron Flight 19, 65 tahun lalu.
Lima pesawat dan 14 kru pesawat itu hilang di Segitiga Bermuda, sebuah kawasan yang berada dalam garis imajiner yang menghubungkan tiga wilayah yaitu Bermuda, Puerto Rico, dan Miami di Amerika Serikat.

Banyaknya kapal dan pesawat yang raib di kawasan itu membuat Segitiga Bermuda jadi salah satu lokasi paling misterius di muka Bumi.

Sejumlah spekulasi beredar, bahwa di Segitiga Bermuda terdapat lubang hitam ‘black hole’, atau alien yang bersembunyi di bawah lautan, portal ke dimensi lain, gas methan, lokasi Atlantis yang hilang, hingga rumah iblis, Dajal.

Sejumlah pertanyaan soal Segitiga Bermuda juga disodorkan ke Badan Antariksa AS, NASA. Berikut jawabannya.



Apakah ada hubungan antara Segitiga Bermuda dan lubang hitam ‘black holes’? 
Tidak ada lubang hitam di Segitiga Bermuda. Pada kenyataannya, bahkan tak ada yang namanya Segitiga Bermuda. Banyaknya kasus kehilangan di wilayah itu konsisten dengan wilayah lainnya. (Ilmuwan NASA, Dr Eric Christian)

Segitiga Bermuda dan Zona De Silencia di Meksiko berada pada garis lintang yang sama dan kedua tempat ini misterius. Zona De Silencia diketahui bisa menarik meteorit dari langit, sementara Segitiga Bermuda dikenal karena banyak kapal dan pesawat yang hilang secara misterius. Mengapa dua wilayah ini tidak diteliti?

Fakta-fakta tentang lokasi tersebut salah. Tidak ada bagian dari Bumi yang bisa menarik meteorit dari langit, tidak ada anomali gravitasi yang aneh. Medan gravitasi bumi telah dipetakan dengan presisi luar biasa terutama oleh perusahaan yang menggunakan peta gravitasi untuk mengetahui potensi minyak dan mineral.

Juga tidak ada penghilangan lebih misterius di Segitiga Bermuda daripada di bagian laut lain di zona badai. Artinya, tidak ada yang misterius dari dua lokasi tersebut. Saya sarankan agar Anda mencoba untuk mengevaluasi akurasi sumber Anda dan menghubungkannya dengan dunia nyata, bukan fantasi ini. (Astrobiologis dan ilmuwan senior NASA, David Morrison)
Jawaban NASA senada dengan apa yang dimuat situs Sejarah Angkatan Laut Amerika Serikat, history navy mil. Dijelaskan, bahwa faktor signifikan yang menyebabkan hilangnya kapal di Segitiga Bermuda adalah arus laut yang kuat, disebut Gulf Stream.

Badai yang datang tiba-tiba itulah yang menyebabkan kapal angkatan laut hilang di Bahama, Saratoga. Kapal dan-krunya hilang tak berbekas pada 18 Maret 1781.
http://aihan.files.wordpress.com/2008/12/bermuda_triangle.jpg
Dijelaskan juga bahwa tidak hanya di Segitiga Bermuda, banyak kapal-kapal Angkatan Laut AS lainnya telah hilang di laut karena badai di seluruh dunia — secara mendadak.

Kapal dan pesawat bisa hilang secara tiba-tiba di wilayah Segitiga Bermuda itu karena anomali kompas yang bisa mengacaukan sistem navigasi. Soal adanya anomali ini pernah dicatat oleh Columbus dalam pelayarannya.

Dalam sejumlah catatan disebutkan bahwa Segitiga Bermuda adalah salah satu dari dua lokasi di dunia yang memiliki anomali. Wilayah lain adalah laut Jepang dan Filipina, yang juga dikenal dengan nama yang mirip, ‘Segitiga Formosa’
Readmore...

Salah Kaprah Pada Ilmu Pengetahuan

0 comments
 
Ada beberapa kesalahpahaman dalam implementasi ilmu pengetahuan di publik yang perlu untuk dikoreksi kebenarannya.
Berikut ada kira-kira 10 miskonsepsi tentang sains yang beredar di masyarakat.

1. Water IS blue, not just because of the sky
(Air bewarna biru tidak dikarenakan hanya refleksi dari langit)

Banyak yang percaya bahwa danau dan laut berwarna biru "Hanya" karena mereka merefleksikan langit biru. Sebenarnya air tampak biru karena mereka benar-benar biru. Molekul air menyerap cahaya, dan mereka menyerap frekuensi warna merah lebih banyak dibandingkan frekuensi biru, sehingga frekuensi biru tampak dipermukaan. Efek nya kecil, jadi warna biru menjadi terlihat lebih jelas saat mengamati lapisan air yang cukup padat atau dalam. Di air asin atau mata air mineral, warna dari peluruhan mineral dapat terlihat.

Perefleksian warna langit juga memberikan peran untuk warna biru lautan, tetapi hanya saat permukaan air yang sangat tenang dan hanya saat air diamati dengan kesudutan yang kecil sekitar 10 derajat.
2. Electricity does NOT travel at the speed of light
(Electrik/listrik tidak bergerak pada kecepatan cahaya)

Banyak buku pelajaran mengklaim bahwa electricity (elektron) berjalan melalui arus kabel pada kecepatan cahaya. Faktanya adalah, energi dari elektriklah yang mengalir secara cepat (yang tetap lebih lambat dari kecepatan cahaya). Elektron, yang mempunyai massa, dapat bergerak pada kecepatan cahaya dengan menggunakan teori relativitas. Kecepatan dari muatan listrik dalam arus elektrik sangat lambat, sekitar beberapa centimeter per jam. Di tempat dimana arus elektrik dapat terlihat, seperti di dalam electrophoresis, pergerakan lambat dari pembawa muatan dapat dilihat langsung.
3. Seasons are NOT the same length
(Musim dianggap mempunyai periode waktu yang sama)
Dikarenakan bumi bergerak cepat di orbitnya saat mendekati matahari, musim panas di bagian selatan bumi/musim dingin di bagian utara bumi adalah musim terpendek waktunya, dengan musim panas di utara atau musim dingin di selatan terlama. Tetapi, perbedaannya hanya terasa beberapa hari saja, sementara di Mars dengan orbitnya yang eksentric, perbedaannya terasa besar.
4. You WON'T get a cold just from low temperature
(Kau tidak akan mendapatkan Flu hanya karena udara dingin)

Telah menjadi miskonsepsi yang meluas di publik bahwa flu biasa dapat disebabkan oleh cuaca dingin. Realitasnya, flu biasa disebabkan oleh virus dan tidak ada hubungannya dengan temperatur yang rendah/dingin.

5. Saturn is NOT the only planet with rings
(Saturnus bukan satu-satunya planet yang mempunyai cincin)
Jupiter, Uranus, dan Neptunus juga mempunyai cincin di sekitarnya, meski cincin yang berada di Saturnus adalah yang paling jelas dan mudah dilihat.

6. Meteors are NOT hot when they land on Earth
(Meteor tidak panas ketika mendarat di bumi)

Saat meteor mendarat di bumi, biasanya meteor tersebut tidak panas seperti kebanyakan meteor di film-film Hollywood. Biasanya hanya hangat. Kecepatan meteor cukup untuk melumerkan permukaan terluarnya, tetapi material yang lumer dengan cepat terpisah, dan interior dari meteor tidak mempunyai waktu untuk memanas karena batu merupakan konduktor panas yang buruk.
7. Clouds do NOT form because of the air's temperature
(Awan tidak terbentuk karena pengaruh temperatur udara)

Merupakan pengetahuan yang salah bahwa awan terbentuk karena udara dingin "menampung" lebih sedikit uap air dari udara hangat. Udara tidak mempunyai kapasitas untuk menampung uap air. Hanya temperatur dari air sendiri (dan sekitarnya) yang menyebabkan kelembapan, proses kondensasi, dan kemudian pembentukan awan.
8. People DID know earth was not flat before Columbus
(Orang-orang sudah tahu bumi itu tidak datar sebelum Columbus)

Beberapa percaya bahwa Christopher Columbus mempunyai kesusahan dalam menerima dukungan karena orang-orang eropa percaya bahwa bumi itu datar. Faktanya, para pelaut dan navigator pada saat itu tahu bahwa bumi itu bulat, tetapi (pengetahuan benar) tidak setuju dengan estimasi dari Columbus mengenai jarak ke India. Jika Amerika tidak ada, dan Columbus meneruskan perjalannya ke India yang sebenarnya, dia tidak akan dapat bertahan lama untuk mencapainya.
9. The Great Wall of China is NOT particularly visible from space
(Tembok Besar China tidak terlihat dari ruang angkasa)

Pada saat di orbit yang rendah, Tembok Besar China dapat dilihat dari luar angkasa tetapi tidak seunik dari yang digembor-gemborkan. Dari orbit bumi yang rendah, banyak objek artifisial dapat terlihat di bumi, tidak hanya Tembok Besar China. Jalan raya, kapal di lautan, bendungan, rel kereta api, kota, persawahan, dan beberapa gedung.

Seperti yang telah diklaim bahwa Tembok Besar China adalah objek buatan manusia yang terlihat di Bulan, Astronot Apollo telah melaporkan bahwa mereka tidak melihat objek buatan manusia apapun dari bulan.

10. There is NO "dark side" of the Moon
(Tidak ada sisi gelap (yang selalu gelap) dari bulan)

Bulan dalam orbit sinkronis (synchronous orbit), ini berarti, bulan menmbutuhkan waktu yang tepat sama untuk berotasi satu kali terhadap sumbunya dengan rotasi terhadap bumi. Jadi bulan mempunyai sisi jauh/belakang/gelap/luar, karena selalu memberikan bagian permukaan yang sama ke bumi ketika berotasi. Saat bulan diperkirakan berada di antara Matahari dan Bumi, itu dalah waktu "siang" di bagian sisi jauh/luar/belakang bulan dan waktu malam untuk sisi bagian yang menghadap ke bumi. Saat Bumi di antara matahari dan Bulan, bagian yang jauh mengalami waktu "malam" dan "waktu siang" untuk bagian yang menghadap bumi.
Readmore...

Catatan Sejarah dari Feses/Kotoran Orang Romawi

0 comments
 
thegaulia.blogspot.com
Sekitar 10 ton feses berumur 2.000 tahun diangkat dari bekas pembuangan limbah di bawah kota kuno Herculaneum, dekat Naples, Italia. Kandungan feses tersebut bisa memberikan pandangan baru tentang kehidupan orang-orang biasa sehari-hari dalam Kekaisaran Roma.


Berdasarkan temuan biji-bijian, pecahan cangkang, dan temuan lain menunjukkan bahwa penduduk Herculaneum memiliki jenis makanan yang beragam, termasuk ayam, kambing, ikan, buah ara, adas, zaitun, bulu babi, dan beberapa moluska. "Makanan standar orang kota," kata peneliti sejarah Andrew Wallace-Hadrill. "Jenis makanan yang baik, yang akan direkomendasikan dokter," tambahnya.

Temuan ini dianggap menarik karena mengungkap makanan orang-orang biasa. Makanan yang biasa terungkap adalah makanan para kaum elite Roma. "Baru sedikit yang diketahui tentang makanan orang biasa," Wallace-hadrill memberi catatan.

Feses ditemukan di tempat penampungan yang menampung limbah dari blok-blok tempat tinggal serta toko-toko. Menurut ilmuwan, tempat limbah ini dianggap terbesar dari yang pernah ditemukan. Panjangnya mencapai 70 meter dengan lebar 1 meter dan tinggi 2 hingga 3 meter. Para peneliti tidak menemukan saluran pengaliran dari tempat penampungan.

Tempat penampungan tersebut diperkirakan berasal dari tahun 79 SM. Saat itu, terjadi letusan Gunung Vesuvius yang mengubur Herculaneum dan tetangganya yang terkenal Pompeii.

Para peneliti menemukan perhiasan, koin, dan batu-batu berharga dari toko pernak-pernik. Mereka juga menemukan perabotan rumah tangga, seperti lampu rusak dan barang-barang pecah belah.

Fesesnya sendiri, seperti dikatakan Wallace-Hadrill, "Sama sekali tidak berbau." Saat ini baru 70 karung dari 774 karung feses yang sudah diteliti. Penelitian lebih lanjut, penelitian mikroskopis, terhadap feses diharapkan memberi informasi mengenai penyakit, bakteri, atau infeksi parasit.
Readmore...

Andai Manusia Punya Mata seperti Burung

0 comments
 
thegaulia.blogspot.com
Para peneliti di Yale University dan University of Cambridge menemukan bahwa penglihatan seekor burung jauh lebih berwarna daripada penglihatan milik manusia. Dalam studi peneliti menyebutkan perbandingan warna yang direkam sistem penglihatan burung jauh lebih variatif. Bahkan kalau dibandingkan dengan mata burung, bisa dikatakan manusia buta warna.


Selama ini diketahui pula kalau dalam masa jutaan tahun lamanya bulu burung mengalami evolusi warna, dari warna yang cenderung membosankan berubah ke warna-warna terang. Hal tersebut terjadi ketika burung secara bertahap mampu menciptakan sejumlah pigmen dan struktur warna baru.

"Burung mampu memiliki kombinasi warna yang indah yang dihasilkan dari pigmen-pigmen melanin," demikian dituliskan dalam laporan penelitian yang terbit di jurnal Behavioural Ecology tanggal 23 Juni 2011.
Sayangnya, tidak semua warna ada pada burung. Warna bulu burung hanya mewakili sebagian kecil dari seluruh warna yang dapat burung lihat.

"Warna yang ditampilkan burung terbatas hanya 26 hingga 30 persen dari seluruh warna yang mampu mereka lihat," kata Mary Caswell Stoddard, peneliti dari Cambridge.
Readmore...

Manusia Bisa Melihat Medan Magnet

0 comments
 
thegaulia.blogspot.com
Tanpa disadari, manusia sebenarnya bisa melihat medan magnet Bumi karena adanya suatu senyawa dalam mata. Ada kemungkinan, nenek moyang manusia dulu punya kemampuan tersebut.


Sebuah studi menunjukkan bahwa ada kemungkinan protein bernama cryptochrome muncul pada retina. Protein tersebut banyak didapati pada hewan dan tumbuhan sehingga beberapa spesies bisa menggunakan medan magnet Bumi untuk melakukan navigasi.

Elektron dalam molekul cryptochrome saling terkait. Medan magnet Bumi menyebabkan elektron bergoyang. Reaksi kimiawi untuk merespons goyangnya elektron tersebut membuat burung dapat melihat medan maget dalam warna-warni.

Para peneliti sebelumnya mengira kalah cryptochrome tidak memiliki banyak keuntungan bagi manusia sehingga tidak dapat mengenali medan magnet seperti burung. Karenanya, manusia butuh patokan atau perangkat GPS untuk mengetahui arah.

Sangkaan ini yang sepertinya harus diubah setelah para ahli saraf dari University of Massachusetts melakukan penelitian. Mereka mengambil cryptochrome dari manusia dan memberikannya pada lalat buah yang kehilangan kemampuan melihat medan magnet. Hasilnya, seperti dilaporkan Wired Science, lalat buah kembali memiliki kemampuan melihat medan magnet.

Sayangya pada manusia, cara kerja cryptochrome tidak seperti pada lalat. "Kami tidak tahu apakah kerja molekul itu sama pada retina manusia. Tapi kemungkinan itu ada," kata Steven Reppert, ahli saraf dari University of Massachusetts. Saat ini ilmuwan mengetahui bahwa cryptochrome pada manusia berfungsi sebagai jam molekul, bukan sebagai kompas.

Tapi para peneliti menduga bahwa nenek moyang manusia terbantu dengan adanya protein tersebut untuk menentukan arah. Jika suatu saat para peneliti berhasil mengembalikan kemampuan tersebut... selamat tinggal perangkat GPS.
Readmore...

Teknologi Baterai Isi Cepat

0 comments
 
Baterai akan dapat diisi dengan cepat tanpa mengurangi kapasitasnya. Tim Dr. Paul Braun dari Department of Materials Science and Engineering, University of Illinois, Amerika Serikat sedang mengembangkan struktur nano tiga dimensi yang memungkinkan hal itu.


Sekarang ini setiap perangkat elektronik memiliki kekurangan utama yakni keterbatasan baterai. Perkembangan teknologi baterai bergerak lebih lambat ketimbang perangkat yang disokongnya. "Sebagian besar baterai menyimpan sejumlah energi yang cukup, tapi tidak dapat menerima energi dengan cepat. Baterai yang kami kembangkan, bisa melakukan keduanya," kata Braun.

Pengisian daya baterai dalam waktu singkat akan memudahkan untuk memecahkan masalah krusial seputar ketergantungan perangkat elektronik terhadap baterai, apalagi bagi orang-orang yang memiliki pola aktivitas bergerak dan tidak bisa mengisi ulang sampai penuh.

Lapisan tipis dalam baterai 3D ini memungkinkan ion secara cepat mengirim elektron sehingga energi dapat diserap dan disalurkan. Braun melakukan modifikasi pada bagian daerah kontak antara elektrolit dan elektrode pada baterai, menggunakan teknik elektrodeposisi.

Dari segi biaya, boleh dibilang memakan biaya rendah dan bisa diproduski dalam skala besar. Sejauh ini jenis baterai yang diteliti adalah baterai lithium-ion dan nickel-metal hydride (NiMH). Namun para ilmuwan yakin bahwa temuan baterai 3D mereka bisa diterapkan pada jenis baterai lainnya.
Nantinya teknologi ini bakal memungkinkan mengisi ulang baterai ponsel selama beberapa detik, baterai laptop cukup dalam beberapa menit, dan bahkan, baterai kendaraan listrik hanya membutuhkan waktu kurang lebih sama dengan waktu isi bensin pada kendaraan konvensional.
Readmore...

Ilmuwan Temukan Cara Meramal Tindakan

0 comments
 
 
Peneliti dari Center for Brain and Mind, University of Western Ontario menemukan cara untuk memprediksi tindakan manusia. Penemuan tersebut dipublikasikan di jurnal Neuroscience teranyar dengan judul "Decoding Action Intentions from Preparatory Brain Activity in Human Parieto-Frontal Networks."

Jody Culham dan Jason Gallivan, peneliti yang terlibat studi tersebut, menemukan bahwa cara untuk memprediksi tindakan manusia adalah dengan melihat aktivitas otaknya. Kedua peneliti tersebut mendapatkan kesimpulan setelah melakukan studi dengan merekam aktivitas otak beberapa sukarelawan selama setahun.

Untuk merekam, peneliti menggunakan functional Magnetic Resonance Imaging (fMRI). Saat direkam, sukarelawan diminta melakukan tiga macam gerakan memegang objek, yakni memegang bagian atas, bawah dan amping objek. Menurut Culham, cara yang dpilihnya relatif tidak intrusif dibandingkan dengan memasukkan elektroda langsung ke otak dan bisa memprediksi aksi manusia beberapa detik sebelum eksekusi aksi tersebut.

"Hasil ini adalah satu langkah maju dalam memahami bagaimana otak manusia merencanakan aksi," kata Gallivan. Ia menambahkan, penemuan ini juga bisa membantu upaya menggunakan sinyal otak untuk mengontrol kaki palsu sehingga membantu mereka yang mengalami masalah gerak, seperti akibat kerusakan syaraf tulang belakang.
Readmore...

Kenapa Jari Keriput Saat Basah ?

0 comments
 
 
Jari-jari yang berubah menjadi keriput ketika basah bisa jadi merupakan sebentuk adaptasi agar kita bisa menggenggam lebih kuat dalam kondisi basah. Hipotesis tersebut disampaikan Mark Changizi ahli neurobiologi evolusioner di 2AI Labs, di Boise, Idaho, Amerika Serikat.

Hasil studi Changizi bersama koleganya yang dipublikasikan dalam jurnal Brain, Behavior, and Evolution itu bertentangan dengan anggapan umum bahwa jari menjadi keriput karena menyerap air. Menurut Changizi, keriput pada jari yang basah berfungsi seperti alur pada ban. Keriput membentuk kanal sebagai tempat mengalirnya air ketika kita menekan ujung jari pada permukaan yang basah. Inilah yang menyebabkan cengkeraman jari-jari pada permukaan yang basah menjadi lebih kuat.

Changizi bersama timnya mempelajari 28 foto jari-jari yang keriput karena air. Pengamatan tim itu menemukan kesamaan pola berupa kanal panjang tak bertalian yang merupakan percabangan dari titik di atas jari.

Saat kita menekankan jari, tekanan terjadi dari ujung jari ke belakang. Berbeda dengan bagian samping jari tempat air dapat mengalir dengan mudah, bagian datar pada jari mirip dataran tinggi dimana air bisa menggenang. Keriput terbentuk pada dataran ini karena, "Di situlah kanal terbentuk untuk mengalirkan air," jelas Changizi.

Ia akan menguji hipotesisnya tersebut untuk melihat apakah orang yang jari-jarinya keriput dapat menggenggam lebih baik dalam kondisi basah.
Readmore...

"Bilangan Keramat" Baru dalam Matematika

0 comments
 
thegaulia.blogspot.com
Matematika kini punya bilangan keramat baru, yakni 6,28. Bilangan keramat ini diperkenalkan oleh Bob Palais pada tahun 2001 sebagai pengganti 3,14 atau Pi yang biasa dikenal dalam perhitungan keliling dan luas lingkaran. Tahun lalu, bilangan keramat baru itu resmi dinamai "Tau" dan tanggal 28 Juni diperingati sebagai "Hari Tau".


Kalau Pi adalah rasio antara keliling lingkaran dan diameternya, 6,28 atau Tau adalah rasio antara keliling lingkaran dan jari-jarinya. Bilangan keramat itu dinilai lebih sakti daripada Pi sehingga dinobatkan sebagai pengganti. Bila bilangan keramat tersebut digunakan, beberapa konsep matematika menjadi lebih sederhana sehingga mudah dimengerti.

Kevin Houston, pendukung Tau dan matematikawan dari University of Leeds, Inggris, menerangkan dalam video di YouTube tentang kelebihan Tau. "Ketika mengukur sudut, matematikawan tidak menggunakan derajat, tetapi radian. Ada 2Pi radian dalam satu lingkaran. Ini berarti seperempat lingkaran setara dengan 1/2Pi. Ini berarti, seperempat setara dengan setengah. Ini gila," katanya.

"Mari kita pakai Tau. Seperempat lingkaran sama dengan seperempat Tau. Seperempat ya setara dengan seperempat. Bukankah ini lebih mudah untuk diingat? Demikian juga, tiga perempat lingkaran juga sama dengan tiga perempat Tau. Hal ini akan mencegah pelajar matematika, fisika dan teknik mengalami kesalahan konyol," terang Houston.

Dalam artikel berjudul "Pi is Wrong" di mana bilangan 6,28 diperkenalkan tahun 2001, Palais mengungkapkan bahwa selama ribuan tahun, manusia telah memfokuskan pada bilangan matematika yang salah. "Peluang untuk menarik pelajar dengan penyederhanaan yang natural dan cantik telah membawa ke latihan yang membingungkan dalam latihan serta dogma," tulis Palais.

Bila ternyata malah membuat bingung, haruskah Pi dihilangkan? Dikutip oleh Life Little Mysteries, Livescience, Rabu (29/6/2011), Houston berkomentar, "Pi tak harus dihilangkan. Saya memang pendukung Tau, tapi bukan anti Pi. Dengan demikian, siapa pun bisa memakai Pi jika mereka melakukan penghitungan yang melibatkan setengah Tau."

Bagi para guru matematika, konsep Tau juga bisa mulai diperkenalkan. Apalagi, berdasarkan penelitian yang dilakukan Palais, terbukti bahwa Tau berhasil meningkatkan kemampuan pelajar dalam mempelajari matematika, terutama dalam konsep geometri dan trigonometri di mana faktor 2Pi lebih sering digunakan.
Tau sendiri dipilih sebagai simbol bilangan keramat baru dalam matematika secara independen oleh fisikawan dan matematikawan penulis "The Tau Manifesto", Michael Hart dan pakar informasi asal Denmark, Harremoës. Tau dipilih karena kemiripannya dengan Pi sehingga cocok dengan ide beralih ke Tau.

Readmore...

Mengapa Asteroid Begitu Penting?

0 comments
 
Pada 27 Juni kemarin, sebuah asteroid yang diberi nama 2011MD baru saja melintas di dekat Bumi. Saat melintas, jaraknya jauh lebih dekat dibandingkan dengan jarak Bumi dengan Bulan.

Astronom dan ilmuwan dari seluruh dunia segera mengamati kehadiran asteroid tersebut. Seberapa pentingkah asteroid hingga mendapatkan demikian banyak perhatian?

“Material pada asteroid merepresentasikan bahan untuk membangun sebuah planet,” kata Carol Raymond, Deputy Principal Investigator NASA, seperti dikutip dari Fox News, 28 Juni 2011. “Berhubung posisi sabuk asteroid di tata surya ada di antara planet-planet dalam yang berbatu dan planet-planet luar yang terdiri dari gas, material yang ada di asteroid mengandung petunjuk mengapa planet-planet tersebut sangat jauh berbeda.”

Sebagai contoh, asteroid Vesta dan planet kerdil Ceres terbentuk pada kisaran waktu yang sama yakni 10 juta tahunan setelah tata surya terbentuk. Namun saat ini, kedua benda angkasa itu memiliki komposisi yang sangat berbeda.

Vesta, yang sempat meleleh secara total dan kemudian kembali memadat kini sangat halus permukaannya. Adapun Ceres, tidak menunjukkan tanda-tanda sama sekali bahwa ia pernah melalui proses pelelehan.

Kemungkinan, Raymond menyebutkan, Vesta mengalami lebih banyak tabrakan dengan benda langit lain atau ia memiliki aluminium berbentuk radioaktif tingkat tinggi yang melepaskan panas saat pelepasan radioaktif. “Dengan mempelajari setiap asteroid, ilmuwan dapat memecahkan misteri ini,” kata Raymond.
Readmore...

Tikus-tikus Baru dari Hutan Luzon

0 comments
 
Ekspedisi mencari mamalia kecil yang dilakukan ilmuwan pada tahun 2000 di Pulau Luzon, Filipina berhasil menemukan 7 spesies tikus baru. Ilmuwan mempublikasikan hasilnya di Jurnal Fieldiana yang terbit 20 Mei 2011 lalu. Dengan temuan ini, spesies tikus pun makin bertambah.

Tak perlu merasa bahwa spesies-spesies tikus yang ditemukan ini akan mengganggu Anda di rumah. Pasalnya, pimpinan proyek penelitian, Dr Lawrence Heaney dari The Field Museum mengatakan bahwa seluruh spesies tikus yang ditemukan adalah tikus hutan yang menghuni habitat spesifik di Pulau Luzon.
"Tikus-tikus yang mengagumkan ini hidup di hutan yang terletak di pegunungan yang tinggi. Meski di beberapa tempat banyak tikus-tikus itu cukup melimpah, namun mereka secara aktif menghindari kontak dengan manusia dan jarang menimbulkan bahaya. Mereka memilih memakan cacing tanah dan biji di hutan," kata Heaney.

Ilmuwan mengatakan bahwa seluruh spesies tikus yang ditemukan termasuk dalam genus Apomys. Salah satu spesies yang ditemukan adalah Apomys brownorum. Berdasarkan analisis DNA dan morfologis, beberapa spesies tikus memiliki keunikan sehingga ilmuwan mengajukan subgenus baru bagi spesies tersebut, yakni Megapomys.

Para peneliti yang terlibat dalam riset ini mengatakan bahwa penemuan ini merupakan bukti tingginya keanekaragaman hayati yang ditemukan di Luzon, yang menurut para ilmuwan, 10 kali lebih beragam dari Kepulauan Galapagos. Danilo Belete, pimpinan peneliti lapangan, mengharapkan lebih banyak lagi spesies mamalia ditemukan di tempat ini.

Proyek penelitian yang akhirnya berujung pada penemuan spesies baru ini adalah hasil kerjasama dari beberapa pihak, yaitu Conservation International Filipina, Museum Nasional Filipina, University of the Phillipines, Florida State University (AS), dan Utah Museum of National History (AS).
Readmore...

Jam Raksasa Dirancang Awet 10.000 Tahun

0 comments
 
Tahun 1989, inventor berkebangsaan Amerika Serikat (AS), Danny Hills, memiliki ide untuk membuat jam yang mampu bertahan selama 10.000 tahun. Tahun 1995, ia memublikasikan idenya dalam sebuah artikel di Wired.

Sekian lama, ide itu terpendam, tak terealisasikan. Hingga akhirnya Jeff Bezos, pendiri Amazon, berminat mewujudkan ide itu menjadi kenyataan. Ia menanam investasi sebesar 42 juta dollar AS. Kini, dengan Staurt Kendall sebagai salah satu yang berperan dalam konstruksi, jam itu tengah dibangun dan nantinya akan berada di pegunungan wilayah Sierra Diablos, Texas.

Bezos mengatakan bahwa jam ini akan menjadi ikon pemikiran jangka panjang dan mengajak orang untuk berpikir tentang masa depan. "Peradaban akan jatuh bangun. Sistem pemerintahan baru akan muncul," katanya. Lebih lanjut, ia mengatakan, "Anda tak bisa membayangkan masa depan. Kita mencoba untuk membuat jam ini melaluinya."

Perusahaan Kendall, Seattle Solstice, yang menjadi bagian dari proyek ini mengatakan, sangat kagum dengan ide yang dimiliki Hills. Menurut dia, pembuatan jam yang bisa bertahan selama 10.000 tahun ini memiliki visi yang sama dengan piramida Mesir Kuno.

Jam nantinya akan memiliki ketinggian 200 kaki atau sekitar 60 meter dan akan berada di bawah tanah sedalam 500 kaki atau 150 meter. Tahun ini, ekskavasi dimulai di wilayah tempat jam ini nantinya akan diletakkan di bawah tanah. Lubang sedalam 500 kaki telah digali. Sementara, pembuatan nantinya juga akan dibantu oleh platform robot seberat 2,5 ton.

Di tempat jam ini diletakkan, akan dibuat 5 ruangan yang digunakan untuk peringatan 1 tahun, 10 tahun, 100 tahun, 1.000 tahun, dan 10.000 tahun. Hanya bagian 1 tahun dan 10 tahun yang akan dibangun saat ini, sementara bagian yang dibiarkan dibangun oleh generasi mendatang.

Jam ini akan berdetak setiap satu tahun, memiliki jarum abad yang akan bergerak maju setiap 100 tahun dan 'ayam' yang akan muncul setiap satu milenium. Di saat-saat tertentu, jam akan memainkan sebuah melodi yang didesain takkan diulang dalam kurun waktu 10.000 tahun.

Jam mampu menggunakan energi yang didapatkan dari perbedaan panas siang dan malam. Jadi, selama matahari tetap terbit dan terbenam, jam ini bisa bekerja. Namun, akan lebih baik dan akurat jika ada pengunjung yang datang dan memutar roda yang ada di jam untuk menyesuaikan waktu.
Readmore...

Wow, Ponsel Bertenaga Jari Muncul 3 Tahun Lagi

0 comments
 
PERISET Australia sepertinya ingin memanfaatkan keyboarduntuk mendistribusikan listrik yang berasal dari tekanan jari. Berbekal kemampuan itu, penggunalaptop atau ponsel hanya perlu mengetik huruf atau angka pada keyboard untuk membuat baterai menyala lebih lama.
Wow Ponsel Bertenaga Jari Muncul 3 Tahun Lagi

Sejumlah peneliti di Royal Melbourne Institute of Technology sedang mengembangkan teknologi yang memungkinkan material tertentu membangkitkan tenaga listrik hanya berdasarkan tekanan. Idenya ialah meletakkan film piezoelectric di bawah keyboard atau keypad untuk mengalirkan listrik setiap kali perangkat itu ditekan.

Teknologi tersebut masih 'bayi' dan sekarang hanya dapat digunakan memperpanjang waktu menyala baterai sebanyak 10%. Awalnya, teknologi itu dikembangkan untuk memanfaatkan proses fisiologi di dalam tubuh manusia. Misalnya saja, menjadikan tekanan darah sebagai sumber tenaga.

Namun, perkembangan pesat ponsel dan komputer berlayar sentuh menjadikan masa depan teknologi yang mampu membangkitkan tenaga listrik dari tekanan jari itu dipertanyakan. Apalagi jika munculnya tiga tahun lagi.
Readmore...

Alasan kenapa Benda Memiliki Warna

0 comments
 
Jika suatu benda dapat memancarkan cahaya dan benda tersebut memancarkan gelombang cahaya berwarna merah, maka benda tersebut akan terlihat berwarna merah. Sedangkan jika suatu benda tidak dapat memancarkan cahaya, maka benda tersebut akan terlihat berwarna sesuai dengan spektrum warna yang dipantulkan benda tersebut. Sementara itu, spektrum warna yang tidak dipantulkan akan diserap oleh atom atau molekul penyusun benda tersebut. Sebagai contoh, jika disinari dengan sinar berwarna putih, daun akan memantulkan spektrum warna hijau menyerap cahaya selain spektrum warna hijau tersebut sehingga daun terlihat berwarna hijau.

Lalu mengapa suatu atom atau molekul menyerap cahaya tertentu? Penyerapan hanya terjadi jika energi foton yang datang cocok dengan energi yang diperlukan untuk memindahkan satu elektron paling luar atom atau molekul tersebut dari tingkat dasar ke tingkat tereksitasi (atau dari pita valensi ke pita konduksi di dalam zat padat). Jadi penyerapan spektrum warna oleh atom atau molekul penyusun suatu benda yang menyebabkan benda tersebut memantulkan warna tertentu saja. Spektrum warna yang yang tidak diserap, akan dipantulkan. Dan spektrum warna yang dipantulkan inilah yang terlihat oleh mata, dan membuat benda tersebut menjadi berwarna.

Air Pun Ternyata Memiliki Warna
Lalu mengapa ada benda yang bening alias tidak berwarna seperti air. Tetapi, ternyata air dan benda-benda bening lainnya sebenarnya memiliki warna. Perlu diketahui bahwa warna air adalah biru, karena air menyerap gelombang cahaya matahari (yang terdiri dari tujuh elemen warna). Molekul-molekul air ini kemudian menyerap warna-warna itu dan memantulkan spektrum warna biru, dan itulah yang terlihat oleh mata kita.
Namun kita tidak mungkin dapat melihat warna biru air itu hanya pada segelas air atau satu ember air saja. Karena lapisan air di gelas tidak menyerap dan memantulkan cukup spektrum warna yang datang kepadanya, sehingga air tidak bisa menunjukkan warna biru aslinya. Lain halnya bila kita melihat ke dalam kolam berenang atau bahkan lautan luas. Air akan memantulkan spektrum warna biru dan menyerap spektrum warna lainnya sehingga air tampak berwarna biru.

Dengan ini maka jelaslah mengapa air laut atau air pada kolam renang berwarna biru. Namun, disamping warna biru yang dipantulkan air itu sendiri, lautan juga mengandung banyak sekali partikel-partikel lainnya. Mulai dari ikan, karang, plankton, dan sebagainya. Ada juga zat organik yang terlarut di dalam air. Materi-materi ini lah yang menyebabkan penyerapan cahaya matahari sehingga hanya menyisakan warna biru gelap bagi lautan. Selain itu, pantulan warna biru langit pada air juga turut memberi peranan terhadap birunya warna air laut.

Langit Tampak Berwarna Biru dan Matahari Tampak Berwarna Kuning
Warna biru itu sendiri sebenarnya berasal dari cahaya matahari yang memiliki panjang gelombang yang besar. Ketika memasuki atmosfer Bumi, panjang gelombang tersebut akan mengecil dan memencar. Panjang gelombang yang baru ini besarnya sama dengan panjang gelombang warna biru sehingga langit terlihat berwarna biru. Sebenarnya, peristiwa ini mirip dengan masuknya cahaya melalui prisma. Cahaya yang masuk akan terbias menjadi beberapa warna utama: ungu, nila, biru, hijau, kuning, jingga dan merah. Warna ungu memiliki panjang-gelombang tertinggi, dan warna merah terkecil, sehingga muncul istilah ultra-ungu dan infra-merah.
Cahaya matahari sendiri sebenarnya berwarna putih. Cahaya putih itu sendiri merupakan gabungan dari berbagai energi gelombang. Lalu mengapa matahari tampak berwarna kuning di mata kita? Hal ini disebabkan karena terbiasnya gelombang warna biru di atmosfer seperti dijelaskan di atas sehingga gabungan gelombang warna yang tersisa tampak dengan warna kuning.

Pembagian Warna
Warna primer
Merupakan warna dasar yang tidak merupakan campuran dari warna-warna lain. Warna yang termasuk dalam golongan warna primer adalah merah, biru, dan kuning.

Warna sekunder
Merupakan hasil pencampuran warna-warna primer dengan proporsi 1:1. Misalnya warna jingga merupakan hasil campuran warna merah dengan kuning, hijau adalah campuran biru dan kuning, dan ungu adalah campuran merah dan biru.

Warna tersier
Merupakan campuran salah satu warna primer dengan salah satu warna sekunder. Misalnya warna jingga kekuningan didapat dari pencampuran warna kuning dan jingga.

Warna netral
Warna netral merupakan hasil campuran ketiga warna dasar dalam proporsi 1:1:1. Warna ini sering muncul sebagai penyeimbang warna-warna kontras di alam. Biasanya hasil campuran yang tepat akan menuju hitam.
Readmore...

Cara Black Hole Menghisap Bintang dan Benda-benda Angkasa

0 comments
 


Astronom yang mengira berhasil memecahkan misteri kilatan tak biasa di galaksi jauh mengatakan, kilatan itu berasal dari lubang hitam masif yang melahap bintang. Seperti apa?

Energi luar biasa itu pertama kali dideteksi satelit Swift NASA pada 28 Maret lalu. Kemudian, keberadaan energi ini dipastikan pesawat luar angkasa dan teleskop di Bumi. Awalnya, beberapa ilmuwan mengira kilatan itu merupakan ledakan sinar Gamma dari bintang jatuh.


Namun, kilatan dari bintang jatuh biasanya hanya bertahan beberapa jam saja. Pada kilatan ini, kilatan tak menghilang melainkan terus mengilat berlanjut menjadi lebih terang dan memancarkan radiasi energi tinggi beberapa bulan kemudian.


Setelah meneliti data, ilmuwan menyimpulkan, bintang berukuran tak terduga seukuran matahari terhisap lubang hitam kuat. Saat lubang hitam menghisap bintang, terpancar sinar energi ke Bumi yang terekam teleskop. ‘Pesta bintang’ ini terjadi di jantung galaksi 3,8 miliar tahun cahaya dari Bumi (satu tahun cahaya sekitar enam triliun mil).


“Jelas kejadian berbeda dari yang pernah kita lihat,” kata astronom Joshua Bloom di University of California, Barkeley yang mengklasifikasikan peristiwa langka ini.


Lubang hitam sendiri merupakan inti super padat berputar dari galaksi yang menghisap apa pun di sekitarnya.


Hingga kini, cara tumbuh besarnya masih menjadi misteri. Ilmuwan mengira, observasi terbaru ini bisa membantu memahami cara terbentuknya galaksi. Temuan ini diterbitkan dalam jurnal Science.



Readmore...

Teori Fisika Hawking, Mengungkap Perjalanan Isra Rasulullah SAW

0 comments
 
Salah satu mukjizat Nabi Muhammad SAW adalah diperjalankannya beliau oleh Allah SWT melalui peristiwa Isra' Mi'raj. Banyak yang coba mengungkapkan peristiwa tersebut secara ilmiah, salah satunya melalui Teori Fisika paling mutahir, yang dikemukakan oleh Dr. Stephen Hawking.

http://3.bp.blogspot.com/_zjjbdPgG57I/S9XO8HxjLRI/AAAAAAAAALI/qO1gumzcwsQ/s1600/stephen-hawking.jpg
Stephen Hawking

Teori Lubang Cacing
Raksasa di dunia ilmu fisika yang pertama adalah Isaac Newton (1642-1727) dengan bukunya : Philosophia Naturalis Principia Mathematica, menerangkan tentang konsep Gaya dalam Hukum Gravitasi dan Hukum Gerak.
Kemudian dilanjutkan oleh Albert Einstein (1879-1955) dengan Teori Relativitasnya yang terbagi atas Relativitas Khusus (1905) dan Relativitas Umum (1907).
Dan yang terakhir adalah Stephen William Hawking, CH, CBE, FRS (lahir di Oxford, Britania Raya, 8 Januari 1942), beliau dikenal sebagai ahli fisika teoritis.
Dr. Stephen Hawking dikenal akan sumbangannya di bidang fisika kuantum, terutama sekali karena teori-teorinya mengenai tiori kosmologi, gravitasi kuantum, lubang hitam, dan tulisan-tulisan topnya di mana ia membicarakan teori-teori dan kosmologinya secara umum.
Tulisan-tulisannya ini termasuk novel ilmiah ringan A Brief History of Time, yang tercantum dalam daftar bestseller di Sunday Times London selama 237 minggu berturut-turut, suatu periode terpanjang dalam sejarah.

Berdasarkan teori Roger Penrose :
"Bintang yang telah kehabisan bahan bakarnya akan runtuh akibat gravitasinya sendiri dan menjadi sebuah titik kecil dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, sehingga menjadi sebuah singularitas di pusat lubang hitam (black hole)."

Dengan cara membalik prosesnya, maka diperoleh teori berikut :

Lebih dari 15 milyar tahun yang lalu, penciptaan alam semesta dimulai dari sebuah singularitas dengan rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga, meledak dan mengembang. Peristiwa ini disebut Dentuman Besar (Big Bang), dan sampai sekarang alam semesta ini masih terus mengembang hingga mencapai radius maksimum sebelum akhirnya mengalami Keruntuhan Besar (kiamat) menuju singularitas yang kacau dan tak teratur.
Dalam kondisi singularitas awal jagat raya, Teori Relativitas, karena rapatan dan kelengkungan ruang waktu yang tak terhingga akan menghasilkan besaran yang tidak dapat diramalkan.
Menurut Hawking bila kita tidak bisa menggunakan teori relativitas pada awal penciptaan "jagat raya", padahal tahap-tahap pengembangan jagat raya dimulai dari situ, maka teori relativitas itu juga tidak bisa dipakai pada semua tahapnya.
Di sini kita harus menggunakan mekanika kuantum. Penggunaan mekanika kuantum pada alam semesta akan menghasilkan alam semesta "tanpa pangkal ujung" karena adanya waktu maya dan ruang kuantum.
Pada kondisi waktu nyata (waktu manusia) waktu hanya bisa berjalan maju dengan laju tetap, menuju nanti, besok, seminggu, sebulan, setahun lagi dan seterusnya, tidak bisa melompat ke masa lalu atau masa depan.
Menurut Hawking, pada kondisi waktu maya (waktu Tuhan) melalui "lubang cacing" kita bisa pergi ke waktu manapun dalam riwayat bumi, bisa pergi ke masa lalu dan ke masa depan.

http://namakugusti.files.wordpress.com/2011/01/godellubangcacing.jpg
Ilustrasi Lubang Cacing

Hal ini bermakna, masa depan dan kiamat (dalam waktu maya) menurut Hawking "telah ada dan sudah selesai" sejak diciptakannya alam semesta. Selain itu melalui "lubang cacing" kita bisa pergi ke manapun di seluruh alam semesta dengan seketika.
Jadi dalam pandangan Hawking takdir itu tidak bisa diubah, sudah jadi sejak diciptakannya.
Dalam bahasa ilmu kalam :
"Tinta takdir yang jumlahnya lebih banyak daripada seluruh air yang ada di tujuh samudera di bumi telah habis dituliskan di Lauhul Mahfudz pada awal penciptaan, tidak tersisa lagi (tinta) untuk menuliskan perubahannya barang setetes."

Menurut Dr. H.M. Nasim Fauzi, sesuai dengan teori Stephen Hawking, manusia dengan waktu nyatanya tidak bisa menjangkau masa depan (dan masa silam).
Tetapi bila manusia dengan kekuasaan Allah, bisa memasuki waktu maya (waktu Allah) maka manusia melalui "lubang cacing" bisa pergi ke masa depan yaitu masa kiamat dan sesudahnya, bisa melihat masa kebangkitan, neraka dan shiroth serta bisa melihat surga kemudian kembali ke masa kini, seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, sewaktu menjalani Isra' dan Mi'raj.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCYKCFNU8QWzlPSNjmwPH8TVJToN04KdDoC_CAsSMHLOarFCU8niRRUzZqaYXknOpeJPp8kA4fHxjjVT1LtgAv3MiKyV1amXPtcpKQH1D7xPwq7JX00UVz2HRzPScG1L1uO_IHCQWNmMB6/s1600/isra_miraj1.jpg
Dari sinilah Rasulullah SAW diperjalankan oleh Allah SWT ke langit.
Sebagaimana firman Allah :
Dan Sesungguhnya Muhammad Telah melihat Jibril itu (dalam rupanya yang asli) pada waktu yang lain, (yaitu) di Sidrotil Muntaha. Di dekatnya ada syurga tempat tinggal . . .
(QS. An Najm / 53:13-15)

Nampaknya dalam mengungkap Perjalanan Isra, Teori Hawking dengan "Lubang Cacing"-nya, sama logisnya dengan Teori Menerobos Garis Tengah Jagat Raya namun meskipun begitu, teori Hawking, tidak semuanya bisa kita terima dengan mentah-mentah.
Seandainya benar, Rasulullah diperjalankan Allah melalui "lubang cacing" semesta, seperti yang diutarakan oleh Dr. H.M. Nasim Fauzi, harus diingat bahwa perjalanan tersebut adalah perjalanan lintas alam, yakni menuju ke tempat yang kelak dipersiapkan bagi umat manusia, di masa mendatang (surga).
Rasulullah dari masa ketika itu (saat pergi), berangkat menuju surga, dan pada akhirnya kembali ke masa ketika itu (saat pulang).
Dan dengan mengambil teladan peristiwa Isra, kita bisa ambil kesimpulan :
1. Manusia dengan kekuasaan Allah, dapat melakukan perjalanan lintas alam, untuk kemudian kembali kepada waktu normal.
2. Manusia yang melakukan perjalanan ke masa depan, namun masih pada ruang dimensi alam yang sama, tidak akan kembali kepada masa silam (mungkin sebagaimana terjadi pada Para Pemuda Kahfi).
3. Manusia sekarang, ada kemungkinan dikunjungi makhluk masa silam, tetapi mustahil bisa dikunjungi oleh makhluk masa depan. Hal ini semakin mempertegas, semua kejadian di masa depan, hanya dipengaruhi oleh kejadian di masa sebelumnya.

WaLLahu a'lamu bisshawab…
Readmore...

Asal Muasal Bahasa Manusia Terkuak

0 comments
 
Sebuah studi yang baru-baru ini dirilis menguak misteri asal muasal bahasa yang digunakan manusia. Science Magazine edisi 15 April 2011 mengungkapkan, bahasa yang digunakan oleh manusia pertama kali muncul di selatan Afrika. Dari sanalah kemudian bahasa ini menyebar ke seluruh dunia.
http://stat.k.kidsklik.com/data/photo/2010/12/23/1513428620X310.JPG
Peneliti dari Universitas Auckland, Selandia Baru, Quentin Atkinson, melakukan studi dengan menelusuri rekam jejak bahasa dengan cara memecah 504 bahasa ke dalam komponen terkecilnya yang disebut sebagai fonem. Fonem berasal dari bahasa Latin, phonema, yang berarti suara yang diucapkan. Penelitian menunjukkan, semakin beragamnya fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa menunjukan bahasa itu menjadi sumber dari bahasa-bahasa lain yang lebih sedikit memiliki fonem.
Penelitiannya sampai pada kesimpulan bahwa semakin jauh sekelompok manusia berkelana dari Afrika dalam rekam jejak sejarahnya, semakin sedikit fonem yang digunakan dalam bahasa mereka. Ini mengartikan bahwa sebagaimana diprediksikan dalam studi tersebut, bahasa-bahasa di Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik memiliki fonem paling sedikit, sedangkan bahasa-bahasa di Afrika memiliki fonem terbanyak.
Ternyata, pola ini juga memiliki kesamaan dengan studi terhadap genetik manusia. Sebagaimana dipaparkan sebagai peraturan umum, semakin jauh seseorang keluar dari Afrika, yang dianggap secara luas sebagai asal muasal nenek moyang manusia, semakin kecil perbedaan antara individu dalam populasi kelompok individu tersebut bila dibandingkan dengan keragaman di daerah asalnya, Afrika.
Studi Atkinson ini menggunakan metode statistik mutakhir yang sama untuk mengonstruksikan pohon genetik berdasarkan urutan DNA. Mengenai penggunaan metode statistik ini dalam mencari sumber bahasa manusia, seorang ahli bahasa, Brian D Joseph dari Universitas Ohio, mengatakan, sebagai sumber wawasan baru dalam studi di bidangnya.
"Saya rasa kita sudah seharusnya memerhatikan hal ini dengan seirus meskipun masih ada orang yang akan menolaknya," ujar Joseph.
Sebagai informasi tambahan, studi yang dilakukan Atkinson ini unik karena berusaha menemukan akar bahasa dari waktu yang sangat lampau. Tentang umur bahasa pun masih menjadi soal perdebatan karena di lain sisi ditemukan fakta sementara bahwa umur bahasa telah mencapai 50.000 tahun.Namun, di lain sisi beberapa ahli bahasa lain juga masih skeptis dengan fakta sementara itu. Mereka menemukan faktor lain yaitu "perkembangan dari kata-kata yang sangat cepat" sehingga kemungkinan umur bahasa sendiri tidak lebih dari 10.000 tahun lamanya.
Readmore...