Tampilkan postingan dengan label Inilah Indonesia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Inilah Indonesia. Tampilkan semua postingan

20 tahun ane hidup di Indonesia, baru tadi pagi ane tau kalo ada beginian

0 comments
 
ane udah hidup di Indonesia selama 20 tahun gan, nah pas ane baru bangun tadi pagi ane baru tau kalo indonesia punya uang yang nominalnya unik gan.
dua setengah Rupiah gan..
kalo gak percaya, nih penampakannya gan yang ane temuin di lemari bokap ane.
http://1.bp.blogspot.com/-HiemnoVRJvc/ThF6igqfiYI/AAAAAAAAIlM/6EZJ12Suhjc/s1600/cvysdv0z.jpg
http://3.bp.blogspot.com/-1_FxmYXcJMk/ThF6iuXxdKI/AAAAAAAAIlE/KFLcRVD5SpE/s1600/b2lhcwkv.jpg
http://2.bp.blogspot.com/-DxfOURCfwZU/ThF6iBjmISI/AAAAAAAAIk8/20SOKa8woAA/s1600/5qsm3gdd.jpg

Spoiler for asal usul nama "RUPIAH":

Perkataan “rupiah” berasal dari perkataan “Rupee”, satuan mata uang India. Indonesia telah menggunakan mata uang Gulden Belanda dari tahun 1610 hingga 1817. Setelah tahun 1817, dikenalkan mata uang Gulden Hindia Belanda.
Mata uang rupiah pertama kali diperkenalkan secara resmi pada waktu Pendudukan Jepang sewaktu Perang Dunia ke-2, dengan nama rupiah Hindia Belanda. Setelah berakhirnya perang, Bank Jawa (Javaans Bank, selanjutnya menjadi Bank Indonesia) memperkenalkan mata uang rupiah jawa sebagai pengganti.
Mata uang gulden NICA yang dibuat oleh Sekutu dan beberapa mata uang yang dicetak kumpulan gerilya juga berlaku pada masa itu.
Sejak 2 November 1949, empat tahun setelah merdeka, Indonesia menetapkan Rupiah sebagai mata uang kebangsaannya yang baru. Kepulauan Riau dan Irian Barat memiliki variasi rupiah mereka sendiri tetapi penggunaan mereka dibubarkan pada tahun 1964 di Riau dan 1974 di Irian Barat.
Krisis ekonomi Asia tahun 1998 menyebabkan nilai rupiah jatuh sebanyak 35% dan membawa kejatuhan pemerintahan Soeharto.
Rupiah merupakan mata uang yang boleh ditukar dengan bebas tetapi didagangkan dengan pinalti disebabkan kadar inflasi yang tinggi .
Satuan di bawah rupiah
Rupiah memiliki satuan di bawahnya. Pada masa awal kemerdekaan, rupiah disamakan nilainya dengan gulden Hindia Belanda, sehingga dipakai pula satuan-satuan yang lebih kecil yang berlaku di masa kolonial.
Berikut adalah satuan-satuan yang pernah dipakai namun tidak lagi dipakai karena penurunan nilai rupiah menyebabkan satuan itu tidak bernilai penting.
sen, seperseratus rupiah (ada koin pecahan satu dan lima sen)
cepeng, hepeng, seperempat sen, dari feng, dipakai di kalangan Tionghoa
peser, setengah sen
pincang, satu setengah sen
gobang atau benggol, dua setengah sen
ketip/kelip/stuiver (Bld.), lima sen (ada koin pecahannya)
picis, sepuluh sen (ada koin pecahannya)
tali, seperempat rupiah (25 sen, ada koin pecahan 25 dan 50 sen)
Terdapat pula satuan uang, yang nilainya adalah sepertiga tali.
Satuan di atas rupiah
Terdapat dua satuan di atas rupiah yang sekarang juga tidak dipakai lagi.
ringgit, dua setengah rupiah (pernah ada koin pecahannya)
kupang, setengah ringgit
Readmore...

Kehidupan Suku Anak Dalam di Jambi Indonesia

0 comments
 
Pada awalnya untuk dapat mempertahankan kelangsungan hidupnya, Suku Anak Dalam, melaksanakan kegiatan berburu, meramu, menangkap ikan dan memakan buah-buahan yang ada di dalam hutan. Namun dengan perkembangan pengetahuan dan peralatan hidup yang digunakan akibat adanya akulturasi budaya dengan masyarakat luar, kini telah mengenal pengetahuan pertanian dan perkebunan.

Berburu binatang seperti Babi, Kera, Beruang, Monyet, Ular, Labi-labi, Rusa, Kijang dan berbagai jenis unggas, merupakan salah satu bentuk mata pencaharian mereka. Kegiatan berburu dilaksanakan secara bersama-sama dengan membawa anjing. Alat yang digunakan adalah Tombak dan Parang. Di samping itu untuk mendapatkan binatang buruan juga menggunakan sistem perangkap dan jerat.

Jenis mata pencaharian lain yang dilakukan adalah meramu didalam hutan, yaitu mengambil buah-buahan dedaunan dan akar-akaran sebagai bahan makanan. Lokasi tempat meramu sangat menentukan jenis yang diperoleh. Jika meramu dihutan lebat, biasanya mendapatkan buah-buahan, seperti cempedak, durian, arang paro, dan buah-buahan lainnya. Di daerah semak belukar dipinggir sungai dan lembah mereka mengumpulkan pakis, rebung, gadung, enau, dan rumbia.

0605

Mencari rotan, mengambil madu, menangkap ikan adalah bentuk mata pencaharian lainnya. Kini mereka juga telah mengenal pertanian dan perkebunan dengan mengolah ladang dan karet sebagai mata pencahariannya.

Semua bentuk dan jenis peralatan yang digunakan dalam mendukung dalam proses pemenuhan kebutuhan hidup nya sangat sederhana sekali.
0704Bangunan tempat tinggalnya berupa pondok yang terbuat dari kayu dengan atap jerami atau sejenisnya . Konstruksi bangunannya dengan sistem ikat dari bahan rotan dan sejenisnya. Bangunannya berbentuk panggung dengan tinggi 1,5 meter, dibagian bawahnya dijadikan sebagai lumbung (bilik) yang berfungsi sebagai tempat penyimpanan padi. Ukuran bangunan sekitar 4 x 5 meter atau sesuai dengan kebutuhan keluarga. Disamping bangunan tempat tinggal, dalam satu lingkungan keluarga besar terdapat pondok tanpa atap sebagai tempat duduk-duduk dan menerima tamu.

Kini terdapat tiga kategori kelompok pemukiman Suku Anak Dalam. Pertama yang bermukim didalam hutan dan hidup berpindah-pindah. Kedua kelompok yang hidup didalam hutan dan menetap. Ketiga adalah kelompok yang pemukimnya bergandengan dengan pemukiman orang luar ( orang kebiasaan )

Cara berpakaiannya pun kini bervariasi, yaitu: (1) bagi yang tinggal di hutan dan berpindah-pindah pakaiannya sederhana sekali, yaitu cukup menutupi bagian tertentu saja. (2) yang tinggal di hutan tetap menetap, di samping berpakaian sesuai dengan tradisinya, juga terkadang menggunakan pakaian seperti masyarakat umum seperti baju, sarung atau celana, (3) yang tinggal berdekatan dengan pemukiman masyarakat luar atau desa, berpakaian seperti masyarakat desa lainnya. Namun kebiasaannya tidak menggunakan baju masih sering ditemukan dalam wilayah pemukimannya.

Asal usul Suku Anak Dalam sering juga disebut dengan orang rimba atau Suku Kubu merupakan salah satu suku asli yang ada di Provinsi Jambi. Suku Anak Dalam dalam hidup berpindah-pindah. Dikawasan hutan secara berkelompok dan menyebar di beberapa Kabupaten, seperti di Kabupaten Batang hari, Tebo, Bungo, Sarolangun dan Merangin.

Sejumlah ahli antropolog berpandangan bahwa Suku Anak Dalam termasuk kategori protom Melayu (Melayu Tua) dari beberapa hasil kajian yang dilakukan, menggambarkan bahwa kebudayaan Suku Anak Dalam yang ada di Provinsi Jambi memiliki kesamaan dengan suku melayu lainnya, seperti bahasa, kesenian dan nilai-nilai tradisi lainnya. Salah satu contoh adalah bentuk pelaksanaan upacara besale ( upacara pengobatan ) pada masyarakat anak dalam hampir sama dengan bentuk upacara aseik (upacara pengobatan) pada masyarakat Kerinci yang juga tergolong sebagai protom melayu.

01Di samping itu ada juga yang beranggapan bahwa Suku Anak Dalam adalah kelompok masyarakat terasing berasal dari kerajaan Pagaruyung. Mereka mengungsi kedalam hutan karena mendapat serangan dan tidak mau dikuasai serta diperintah oleh musuh. Di dalam hutan mereka membuat pertahanan. Pendapat ini didasari dengan istilah yang digunakan dalam penyebutan Suku Anak Dalam sebagai orang kubu (Kubu bermakna pertahanan).

Suku Anak Dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya diatur dengan aturan, norma dan adat istiadat yang berlaku sesuai dengan budayanya. Dalam lingkungan kehidupannya dikenal istilah kelompok keluarga dan kekerabatan, seperti keluarga kecil dan keluarga besar. Keluarga kecil terdiri dari suami istri dan anak yang belum menikah.

Keluarga besar terdiri dari beberapa keluarga kecil yang berasal dari pihak kerabat istri. Anak laki-laki yang sudah kawin harus bertempat tinggal dilingkungan kerabat istrinya. Mereka merupakan satu kesatuan sosial dan tinggal dalam satu lingkungan pekarangan. Setiap keluarga kecil tinggal dipondok masing-masing secara berdekatan, yaitu sekitar dua atau tiga pondok dalam satu kelompok.

Dalam menjalankan kehidupan sehari-hari, mereka memiliki sistem kepemimpinan yang berjenjang, seperti Temenggung, Depati, Mangku, Menti dan Jenang. Temenggung merupakan jabatan tertinggi, keputusan yang ditetapkan harus dipatuhi. Bagi mereka yang melanggar akan dijatuhi hukuman atau sangsi sesuai dengan tingkat kesalahannya.

Peran Temenggung sangat penting karena berfungsi sebagai: (1) Pimpinan tertinggi (sebagai Rajo), (2) Penegak hukum yang memutuskan perkara, (3) Pemimpin upacara ritual, (4) Orang yang memilki kemampuan dan kesaktian. Oleh sebab itu dalam menentukan siapa yang akan menjadi emenggung harus diperhatikan latar belakangnya, seperti keturunan dan kemampuan memimpin dalam menjalankan tugasnya.

Kepercayaan Suku Anak Dalam terhadap Dewa-dewa roh halus yang menguasai hidup tetap terpatri, kendatipun diantara mereka telah mengenal agama islam. Mereka yakini bahwa setiap apa yang diperolehnya, baik dalam bentuk kebaikan, keburukan, keberhasilan maupun dalam bentuk musibah dan kegagalan bersumber dari para dewa. Sebagai wujud penghargaan dan persembahannya kepada para dewa dan roh, mereka melaksanakan upacara ritual sesuai dengan keperluan dan keinginan yang diharapkan. Salah satu bentuk upacara ritual yang sering dilaksanakan adalah Besale (upacara pengobatan).

02
Suku Anak Dalam meyakini bahwa penyakit yang diderita sisakit merupakan kemurkaan dari dewa atau roh jahat oleh sebab itu perlu memohon ampunan agar penyakit yang diderita dapat disembuhkan. Properti yang digunakan dalam upacara besale sangat sarat dengan simbol-simbol.

Dari proses adaptasinya dengan lingkungan, Suku Anak Dalam juga memilki pengetahuan tentang bahan pengobatan yang berasal dari tumbuh-tumbuhan dan hewan. Melalui panca indranya mampu membedakan tumbuhan beracun dan tidak beracun termasuk mengolahnya. Pengetahuannya tentang teknologi sangat sederhana, namun memiliki kemampuan mendeteksi masalah cuaca, penyakit dan mencari jejak.



http://wisbenbae.blogspot.com/2010/10/kehidupan-suku-anak-dalam-di-jambi.html
Readmore...

10 Fakta Tentang Indonesia yang Harus Diketahui

0 comments
 
1. Tiga orang Presiden RI pertama memiliki bulan lahir yang sama, yaitu bulan juni. Bungkarno lahir 6 Juni 1901 (Bernama asli Kusno Sosrodihardjo). Pak Soeharto 8 Juni 1921. Sedangkan Pak Habibie 25 Juni 1936.


2. Istana Merdeka mulai dibangun pada tahun 1873 dan selesai pada tahun 1879. Istana tsb di rancang oleh arsitek Drossares dengan luas 6,8 hektar dan 16 jumlah anak tangga yg terdapat di bagian depan gedung.

3. Sebelum digunakan oleh pemerintah Indonesia, Istana Kepresidenan Bogor digunakan sbg rumah peristirahatn gubernur jenderal Belanda. Tercatat 44 orang gubernur jenderal Belanda pernah menjadi penghuni istana yang pada masa penjajahan bernama Istana Buitenzorg

4. Istana Kepresidenan Tampaksiring merupakan satu-satunya Istana RI yang dibangun setelah Indonesia Merdeka, tepatnya pada tahun 1957

5. WR. Soepratman, pencipta lagu kebangsaan wafat pada tgl 17 Agustus 1938. Tepat tujuh tahun sebelum proklamasi kemerdekaan RI dinyatakan

6. Lagu 'Indonesia Raya' di ciptakan pada tahun 1942 (ralat tahun 1924) dan dikumandangkan untuk pertama kalipada tanggal 28 Oktober 1928, tepatnya pada penutupan acara Kongres Pemuda II yang melahirkan Sumpah Pemuda.

7. Mobil dinas Kepresidenan RI yang pertama adalah mobil Buick keluaran tahun 1939 yang digunakan Alm. Bung Karno. Sedangkan Alm. Bung Hatta menggunakan mobil dinas De Soto
Buick
De Soto

8. Republik Gabon di Afrika Barat memiliki tanggal kemerdekaan yang sama dengan RI. Bedanya, Gabon merdeka pada tahun 1960

9. Rupiah dinyatakan sebagai mata uang nasional RI pada rgl 2 November 1949.

10. 21 jumlah dentuman meriam yang dibunyikan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala negara. Sedangkan untuk menyambut tamu negara yang merupakan kepala pemerintahan di bunyikan 19 kali dentuman meriam.
yang merupakan hadiah dari pengusaha sekaligus pamannya, Djohan Djohor. Kedua mobil ini dpt dilihat di Gedung Joang '45, Jakarta
 
http://ahartawan.blogspot.com/2010/07/fakta-indonesia-yang-harusnya-anda-tau.html
Readmore...

Dikemanakan 2.25 M dari FIFA untuk PSSI???

0 comments
 
Indonesia negara dengan jumlah penduduk yang amat besar selalu menjadi target market yang bagus untuk acara olah raga sepakbola. kemarin di kompas, saya membaca berita yang semakin membuat saya mengelus dada terhadap PSSI, yang tidak juga menunjukkan upaya yang bagus untuk kemajuan sepakbola indonesia, justru sebaliknya



Ke Mana Rp 2,25 Miliar Itu?


Senin, 12/7/2010 | 09:25 WIB

KOMPAS.com — Piala Dunia 2010 berakhir dengan digelarnya laga final Belanda versus Spanyol di Soccer City, Johannesburg, Senin (12/7/2010) dini hari WIB. Pertanyaannya: apa yang bisa dipetik dari perhelatan akbar sepak bola sebulan penuh tersebut, terutama bagi sepak bola Tanah Air? Itu pertanyaan bagi seluruh pemangku kepentingan sepak bola nasional, terutama bagi PSSI.

Sebulan penuh sudah, publik sepak bola di Tanah Air mendapat suguhan dan tontonan sepak bola level tinggi oleh 32 tim Piala Dunia 2010. Ada hal negatif yang tidak perlu dicontoh, tetapi banyak hal positif yang patut diteladani.

Sempat diragukan di awal, Afrika Selatan secara keseluruhan menjawab secara konkret dengan sukses menggelar ajang olahraga paling digemari itu.

Suara-suara pesimistis yang dulu terdengar kini berubah menjadi pujian. ”Saya melihat sendiri, turnamen ini diselenggarakan luar biasa, atmosfernya juga hebat. Setelah datang sendiri, harus saya katakan, Afrika Selatan pasti bangga (dengan hal ini),” kata Angela Merkel, Kanselir Jerman, pada situs FIFA.

Perempuan penggila sepak bola itu hadir, menonton langsung, dan menari kegirangan di tribune saat Jerman menggilas Argentina 4-0 pada perempat final. Sabtu (10/7/2010), Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma berpidato yang disiarkan stasiun-stasiun televisi lokal bahwa ”Kesuksesan Piala Dunia 2010 ini kemenangan bagi Afrika”.

Tonik bagi Blatter

Kesuksesan penyelenggaraan Piala Dunia 2010 pasti mendongkrak posisi Presiden FIFA Sepp Blatter, yang dari awal mengotot menggelar Piala Dunia di Afrika meski ditentang sana-sini. Masa jabatan Blatter selaku Presiden FIFA bakal berakhir pada 2011, dan ia secara terbuka menyatakan akan mencalonkan diri lagi untuk empat tahun berikutnya.

Hal itu ditegaskan kembali pada Kongres FIFA di Sandton, Johannesburg, menjelang Piala Dunia, Juni lalu. Seperti halnya presiden atau ketua asosiasi-asosiasi sepak bola seluruh dunia dan presiden konfederasi, masa jabatan Presiden FIFA empat tahun dan setelah habis masa jabatan itu, ia bisa dipilih berulang-ulang tanpa batas waktu.

Waktu itu pernyataan terbuka Blatter disambut tepuk tangan meriah 208 utusan asosiasi anggota FIFA. Namanya juga punya maksud, setelah mengumumkan keuntungan finansial badan sepak bola dunia tahun lalu sebesar lebih dari 1 miliar dollar AS (sekitar Rp 9 triliun), Blatter pun membagi-bagikan bonus 250.000 dollar AS (sekitar Rp 2,25 miliar) bagi setiap asosiasi anggota FIFA dan 50 juta dollar AS bagi enam konfederasi di bawah FIFA.

PSSI juga hadir dalam kongres itu, diwakili Ketua Umum Nurdin Halid dan pengurus lainnya. Seperti para wakil asosiasi lainnya, PSSI juga kecipratan bonus Rp 2,25 miliar. Namun, perlu dicatat, kucuran uang FIFA itu bukanlah bonus bagi pengurus PSSI, melainkan dana yang dimaksudkan FIFA untuk pengembangan sepak bola.

Pelesir pengurus PSSI

Senin (5/7/2010), kurang dari sebulan setelah Blatter mengumumkan pencairan bonus Rp 2,25 miliar untuk para asosiasi, puluhan pengurus teras PSSI pusat dan daerah terbang dan pelesir ke Afrika Selatan. Seperti dikutip Kompas.com, mereka berjumlah 60 orang. Mereka dijadwalkan menyaksikan laga semifinal dan final Piala Dunia 2010.

Setiap orang diperkirakan menghabiskan biaya sekitar Rp 75 juta, meliputi uang saku, penginapan, tiket, dan akomodasi. Dari mana uang untuk membiayai keberangkatan mereka ke Afrika Selatan? Seperti biasa, tidak ada keterangan yang jelas. Sebagian dari mereka terlihat di Cape Town saat semifinal Belanda versus Uruguay berlangsung.

Saat disinggung puluhan pengurus PSSI pusat dan daerah yang pelesir ke Afrika Selatan itu, anggota Komite Eksekutif PSSI, Bernhard Limbong, dikutip kantor berita Antara, Selasa (6/7/2010), menyebutkan bahwa hal itu sedikit hura-hura saja, tetapi itu juga hak mereka untuk ke sana. ”Saya memang tidak ikut ke Afrika Selatan,” kata Limbong.

Gaya hidup pengurus PSSI itu sangat ironis jika melihat kondisi persepakbolaan Tanah Air akhir-akhir ini. Bukan hanya paceklik prestasi di ajang internasional, pengelolaan keuangan PSSI juga kacau dan tidak jelas. Pelesir para pengurus PSSI itu memprihatinkan jika mengingat bahwa gaji tim nasional futsal yang mengharumkan bangsa Indonesia sebagai juara ASEAN belum dibayar.

Inikah pelajaran dari Piala Dunia 2010 untuk sepak bola Indonesia? Menyedihkan! (MH SAMSUL HADI, dari Johannesburg, Afrika Selatan)

http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4682942
Readmore...